Pemkab Sumenep Perluas Desa Wisata Jadi 50 Desa, Aengtongtong dan Lobuk Jadi Sorotan

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperluas program pengembangan desa wisata menjadi 50 desa. Kebijakan ini diambil untuk menguatkan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Sumenep, Kamis. Menurutnya, penetapan desa wisata dilakukan berdasarkan karakteristik dan keunggulan yang dimiliki tiap wilayah.

“Pada tahap awal program ini menyasar 27 desa. Seiring berjalan waktu, cakupannya terus bertambah hingga saat ini mencapai 50 desa,” ujar Faruk.

Ia menjelaskan, arah pengembangan desa wisata bertumpu pada dua pilar utama, yaitu potensi sumber daya alam dan potensi budaya.

Salah satu contoh desa berbasis alam adalah Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Wilayah pesisir di desa ini memiliki pemandangan asri dan udara sejuk. Kondisi tersebut membuat Lobuk kerap menjadi lokasi favorit masyarakat untuk memancing di pesisir.

Pemerintah desa setempat kini berupaya mengoptimalkan potensi itu melalui penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur di titik-titik strategis. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Kawasan wisata di Lobuk kini memiliki daya tarik tersendiri dan mendorong peningkatan kunjungan masyarakat.

Selain alam, potensi budaya juga menjadi dasar penetapan desa wisata. Desa Aengtongtong, Kecamatan Saronggi, ditetapkan sebagai desa wisata budaya.

Desa ini dikenal sebagai sentra pengrajin keris terbesar di Sumenep. Keunikan Aengtongtong terletak pada aktivitas warganya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan keris oleh para empu.

“Desa Aengtongtong memiliki sekitar 446 empu aktif. Karena itu desa ini ditetapkan sebagai desa wisata dengan komunitas perajin keris terbesar di dunia oleh UNESCO,” kata Faruk.

Rekam jejak Aengtongtong semakin kuat setelah dinobatkan sebagai Juara Pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022. Penghargaan itu membuat pemerintah memfokuskan pembinaan agar desa ini terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Sumenep.

Dengan konsep tematik yang berbeda di tiap desa, Pemkab Sumenep berharap pengembangan 50 desa wisata ini mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Itn)

 

KET. FOTO: Ilustrasi (dok./vector created by meta ai) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *