Disdik Sumenep Gelar Workshop 3 Hari, Penguatan Kompetensi Guru dan Optimalisasi PID FID

FOTO: Kadisdik Sumenep H. Mohammad Iksan, S.Pd.,MT berikan arahan saat workshop Digitalisasi Pembelajaran untuk pengawas dan guru kelas SD, 8 -10 Juli 2026. (dok./Is)

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satunya lewat Workshop Pendampingan Implementasi Pembelajaran TA 2026 yang digelar Dinas Pendidikan setempat.

Kegiatan selama 3 hari, 8–10 Juli 2026 itu diikuti seluruh pengawas SD dan dua perwakilan guru dari setiap kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, mengatakan workshop ini merupakan langkah strategis untuk memastikan guru dan pengawas siap menghadapi perkembangan pendidikan saat ini.

Menurut Iksan, tantangan pendidikan modern tidak hanya soal penguasaan materi kurikulum. Guru dan pengawas juga dituntut mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, efektif, dan sesuai karakteristik peserta didik.

“Peningkatan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan SDM. Komponen utamanya adalah guru dan pengawas sekolah,” ujar Iksan pada Jumat, 10/7/2026.

Ia menargetkan dari workshop ini muncul kesamaan persepsi agar penerapan pembelajaran yang efektif dan berbasis teknologi bisa berjalan optimal di seluruh satuan pendidikan.

Selain materi teori, peserta juga mendapat pendampingan praktik. Tujuannya agar strategi yang dipelajari bisa langsung diterapkan di sekolah masing-masing. Disdik Sumenep mendorong agar proses belajar mengajar ke depan lebih partisipatif, kreatif, dan berpusat pada siswa.

Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah optimalisasi penggunaan perangkat digital PID FID. Perangkat tersebut berfungsi sebagai instrumen penunjang administrasi sekolah sekaligus pendukung kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Supaya teknologi berdampak signifikan, pemahamannya harus komprehensif. Fungsi PID FID wajib dipahami semua pemangku kepentingan, baik untuk administrasi maupun pembelajaran,” tegas Iksan.

Dengan kompetensi pemanfaatan teknologi tersebut, tenaga pendidik diharapkan mampu merancang pembelajaran, melaksanakan evaluasi, dan menata administrasi data pendidikan secara lebih terstruktur.

Disdik Sumenep berharap workshop ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta. Para peserta juga diamanahkan menjadi agen transformasi dengan menyebarluaskan ilmu dan praktik baik kepada guru lain di sekolahnya.

Iksan menekankan, peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pengawas, kepala sekolah, hingga guru di lapangan.

“Kerja sama lintas pemangku kepentingan adalah prasyarat untuk mewujudkan pendidikan dasar yang bermutu dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (Itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *