Daerah  

DLH Sumenep Ketatkan Pengelolaan Limbah di 108 SPPG MBG

FOTO: Koordinasi DLH bersama DPRD dan BGN Sumenep. Fokus: penguatan pengelolaan air limbah di 108 SPPG Program MBG Sumenep. (dok/is)

SUMENEP, beritakan.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep memperkuat tata kelola lingkungan pada Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh 108 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG diwajibkan memiliki sistem pengolahan air limbah dan sampah sesuai standar.

Koordinasi ini dilakukan DLH bersama DPRD dan Badan Gizi Nasional pada Selasa, 22 Juli 2026. Tujuannya agar program MBG tidak hanya mengejar target gizi, tetapi juga tidak menimbulkan pencemaran.

Kepala DLH Sumenep Anwar Sahroni Yusuf menegaskan setiap SPPG wajib punya sistem pengelolaan limbah yang memenuhi ketentuan. Hal ini sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2760 Tahun 2025 tentang baku mutu limbah dari operasional SPPG.

“Program ini tujuannya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, pengelolaan limbah harus sesuai aturan agar tidak memicu masalah lingkungan baru,” kata Anwar.

DLH berkomitmen melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi berkala ke seluruh SPPG. Langkah ini untuk memastikan sistem air limbah dan persampahan berjalan optimal.

Dari forum tersebut lahir 3 kesepakatan strategis. Pertama, peningkatan kompetensi teknis bagi pengelola SPPG. Kedua, optimalisasi sinergi lintas instansi. Ketiga, penerapan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle untuk menekan timbulan sampah sejak dari hulu.

Dukungan juga datang dari DPRD. Ketua Komisi III Ahmad Yasid menyatakan keberlangsungan program nasional hanya bisa tercapai jika semua pelaksana tunduk pada peraturan.

“SPPG di Sumenep harus jadi model pelayanan publik. Bukan hanya soal gizi berkualitas, tapi juga pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional dan 27 koordinator kecamatan BGN turut hadir dalam rapat tersebut.

Pemkab Sumenep menargetkan seluruh SPPG menjadi rujukan model penyelenggaraan gizi berwawasan lingkungan. Dengan standar limbah terpenuhi, MBG diharapkan memberi dampak kesehatan optimal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.(itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *