Daerah  

DKPP Sumenep Ketatkan Pengawasan Pembibitan Tembakau Prancak 95 Demi Mutu Panen 2026

FOTO: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid tinjau langsung persemaian Prancak 95. Pastikan program pembibitan berjalan optimal demi ketersediaan bibit berkualitas untuk petani. (dok/is)

SUMENEP, beritakan.co.id – Guna memastikan produksi tembakau berkualitas pada musim tanam 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan budidaya tembakau varietas Prancak 95. Pengawasan dimulai sejak tahap pembibitan.

Langkah ini diambil agar setiap bibit yang ditanam petani memenuhi standar mutu. Dengan bibit unggul, DKPP menargetkan produktivitas tembakau dapat terjaga bahkan meningkat dibanding musim sebelumnya.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, meninjau langsung lokasi persemaian Prancak 95 beberapa waktu lalu. Dalam peninjauan itu ia mengecek tiga aspek utama: kondisi media tanam, laju pertumbuhan bibit, dan kesiapan lahan sebelum bibit dipindahkan ke lahan pertanaman.

Mutu Ditentukan Sejak Awal
Menurut Chainur Rasyid yang akrab disapa Inung, kualitas tembakau tidak ditentukan saat panen saja. Tahap awal budidaya memegang peran penting terhadap pertumbuhan hingga menghasilkan daun yang sesuai standar industri.

“Bibit yang sehat adalah landasan utama untuk memperoleh produk tembakau berkualitas. Oleh karena itu, kami berupaya memastikan seluruh tahapan proses dilaksanakan dengan baik sejak awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya merupakan rangkaian kegiatan yang saling terkait. Mulai dari pemilihan varietas, pelaksanaan persemaian, pemeliharaan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Semua tahapan itu harus mendapat perhatian agar pertumbuhan tanaman optimal.

Prancak 95 Dipilih karena Adaptif
DKPP memfokuskan pengembangan Prancak 95 di wilayah Sumenep. Varietas ini dipilih karena dinilai adaptif dengan karakteristik lahan setempat dan mampu menghasilkan daun dengan mutu yang sesuai kebutuhan industri.

Dengan begitu, komoditas ini diharapkan memberi nilai ekonomis yang lebih baik bagi petani.

Pendampingan Teknis hingga Pascapanen
Selain pemantauan lapangan, DKPP juga mengintensifkan asistensi teknis melalui penyuluh pertanian. Bimbingan mencakup seluruh siklus budidaya, mulai pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, sampai panen dan penanganan pascapanen.

” Tanggung jawab pemerintah daerah tidak berhenti pada distribusi benih dan sarana produksi. Monitoring penting untuk mengevaluasi efektivitas pembinaan. Tujuannya memastikan intervensi benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Inung.

Ia menegaskan, capaian petani adalah cerminan kinerja pemerintah daerah. “Komitmen kami adalah memberikan pendampingan berkelanjutan kepada petani, mulai penyediaan bibit hingga panen, dengan tujuan menghasilkan produk pertanian yang memiliki daya saing di pasar,” pungkasnya.(itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *