Daerah  

Perkuat 12 Tenan, Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp1,1 Miliar Peralatan Baru di APHT Guluk-Guluk

FOTO: Ilustrasi (dok/AI Generated)

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT tahun 2026 sebesar Rp1,1 miliar. Dana itu digunakan untuk pengadaan peralatan dan mesin di Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau APHT Kecamatan Guluk-Guluk.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perindustrian Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno, mengatakan pengadaan ditujukan untuk memperkuat sarana operasional PD Sumekar selaku pengelola APHT, serta 12 tenan yang berproduksi di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Moh Ramli, menekankan agar pengadaan DBHCHT dipastikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan operasional para tenan di APHT Guluk-Guluk.

“Pengadaan ini untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara dan para tenan yang menjalankan kegiatan produksi di APHT Guluk-Guluk,” ujar Didik saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Proses pembelian dilakukan melalui sistem e-purchasing atau e-katalog. Sejumlah sarana yang diadakan antara lain pallet dan hand pallet khusus tembakau, AC, sound system, dan brankas untuk penyimpanan pita cukai bagi tiap tenan.

Didik menyebut sebagian peralatan sudah tiba di lokasi. Untuk item lainnya masih dalam proses pengadaan.

Pemkab Sumenep menegaskan posisinya sebagai fasilitator di APHT Guluk-Guluk. Fasilitasi akan diberikan sepanjang pengajuan kebutuhan dinilai wajar dan didukung ketersediaan anggaran.

Terkait rencana pengembangan tahun depan, Didik menyebut ada kemungkinan hadirnya dua tenan baru yang akan memproduksi rokok di kawasan itu.

“Dua tenan ini pasti butuh peralatan untuk memproduksi. Jadi kemungkinan tahun depan akan ada pengadaan sarana operasional lagi,” jelasnya.

Selain menyediakan sarana, Pemkab melalui Diskop UKM Perindag juga memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap seluruh tenan di APHT Guluk-Guluk.

Pembinaan itu dioptimalkan sebagai langkah strategis meningkatkan mutu produk. Dinas terkait juga didorong aktif mendorong pengembangan kualitas produk dari seluruh tenan yang sudah beroperasi.

Dengan dukungan DBHCHT dan pembinaan berkelanjutan, APHT Guluk-Guluk diharapkan bisa menjadi pusat produksi hasil tembakau yang lebih kuat dan berdaya saing. (IF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *