BKAD SUMENEP: MCF#4 BUKAN HANYA BUDAYA, TAPI MESIN PENGGERAK EKONOMI RAKYAT

FOTO: Suasana akrab di stand BKAD Sumenep saat #MCF4
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berbincang bersama Kepala BKAD Didik Wahyudi dan Sekretaris BKAD Agus Alamsyah
Di balik budaya dan hiburan, MCF#4 juga menjadi ruang sinergi untuk memastikan anggaran dan aset daerah benar-benar memberi dampak bagi UMKM dan kesejahteraan masyarakat. (dok/BKAD)

SUMENEP, beritakan.co.id – Badan Keuangan dan Aset Daerah BKAD Kabupaten Sumenep menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di ajang Madura Culture Festival #4. Melalui optimalisasi anggaran dan pemanfaatan aset daerah, BKAD memastikan event budaya ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM dan penekanan inflasi.

Saat ini kita berada di momentum Madura Culture Festival #4, Sebuah ajang strategis yang mempertemukan kekayaan budaya Madura dengan penggerak ekonomi kerakyatan. MCF bukan hanya sekadar festival, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

“BKAD memiliki peran strategis dalam mendukung event sebesar MCF #4 ini. Secara fungsi, kami mengelola keuangan daerah dan aset daerah agar bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.” ujar Kepala BKAD Kabupaten Sumenep, Ir. Didik Wahyudi, M. Si

Pameran MCF #4 ini adalah bentuk nyata inisiatif bersama pemerintah dan masyarakat atau upaya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya pameran ini, UMKM mendapatkan panggung untuk memasarkan produknya. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah juga menciptakan perputaran uang yang signifikan.

BKAD sebagai OPD pendukung tentu bersinergi. Kami memastikan anggaran dan aset daerah yang digunakan untuk event ini memberikan dampak ganda: menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menekan inflasi. Di sisi lain, kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib administrasi, transparansi, dan pengelolaan keuangan yang akuntabel dalam setiap kegiatan ekonomi.”

Bagi BKAD sendiri, ada 3 tujuan utama dalam mendukung MCF #4 ini:
Pertama, Pembinaan. Kami ingin mendorong UMKM binaan agar naik kelas. Produknya tidak hanya laku saat event, tapi juga bisa berkelanjutan dan go digital.
Kedua, Pelestarian Budaya. Melalui event ini, nilai-nilai budaya Sumenep kita jaga dan kita kemas agar menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif.
Ketiga, Edukasi Publik. Kami ingin masyarakat memahami bahwa event seperti ini adalah hiburan, tontonan, sekaligus pembelajaran. Belajar berwirausaha, belajar mengelola keuangan, dan belajar mencintai produk sendiri.

“Aset daerah seperti fasilitas umum, GOR, dan ruang publik yang kita gunakan untuk MCF ini adalah bentuk pemanfaatan aset untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ketika aset produktif, maka akan melahirkan multiplier effect bagi PAD dan perekonomian daerah.”

“Momentum MCF #4 ini mari kita jadikan sebagai gerakan bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk datang, berbelanja, dan bangga menggunakan produk lokal di setiap stand.

Karena ketika kita membeli produk UMKM Sumenep, artinya kita sedang menggerakkan ekonomi tetangga kita sendiri. Ketika ekonomi lokal bergerak, maka kesejahteraan akan dirasakan bersama, dan ini adalah wujud nyata kita menekan inflasi dari bawah.
Mari bersinergi. Budaya kita jaga, ekonomi kita gerakkan, harapnya. (N.tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *