Pulau Kangean Jadi Lokasi Utama Kajian Bappenas, Pemkab Sumenep Harap Lahirka Kebijakan Khusus Kepulauan

FOTO: Bersama Bupati Sumenep, Sekda, Kepala Bappeda, dan tim BAPPENAS foto bareng jadi penutup pertemuan yang produktif. (dok/Sumenepkab)

SUMENEP, beritakan.co.id – Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep terpilih menjadi salah satu lokasi utama dalam kajian penyusunan kebijakan inovatif pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Kajian strategis ini dilakukan oleh Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Bappenas dengan tujuan merumuskan model pembangunan kepulauan yang sesuai karakteristik wilayah.

Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Bappenas, Aditya Widya Pradipta, mengatakan pemilihan Pulau Kangean karena mewakili kompleksitas wilayah kepulauan terluar.

“Kami memilih Pulau Kangean karena mewakili karakteristik wilayah pesisir dan pulau kecil di Indonesia Timur. Di sini ada tantangan unik mulai dari konektivitas, ketersediaan air bersih, energi, hingga akses layanan dasar,” ujar Aditya, Kamis.

Menurut Aditya, kajian tidak hanya fokus pada infrastruktur. Tim juga mengkaji dimensi lingkungan hidup, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

“Pembangunan di wilayah kepulauan tidak bisa disamakan dengan di daratan. Harus ada pendekatan khusus. Hasil kajian ini akan jadi bahan utama penyusunan kebijakan inovatif yang menjawab kebutuhan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,” jelasnya.

Aditya berharap dari kunjungan ini tergambar secara menyeluruh kebutuhan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Sumenep, agar kebijakan yang lahir benar-benar aplikatif.

Dalam proses ini, Tim Bappenas berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kolaborasi ini penting. Kami ingin kebijakan yang kami susun tidak top down, tapi benar-benar lahir dari kebutuhan di lapangan,” tegas Aditya.

Ia menargetkan perumusan kebijakan rampung akhir Desember 2026. Hasil kajian akan didiseminasikan pertengahan Desember 2026

“Kami ingin hasilnya tidak berhenti di atas kertas. Harapannya kebijakan ini jadi acuan nasional untuk membangun wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan. Sehingga masyarakat di Kangean bisa merasakan manfaatnya secara nyata,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten kepulauan terbesar di Jawa Timur dengan 126 pulau. Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan dan petani garam.(N.tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *