SUMENEP, beritakan.co.id – Komitmen Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep bersama Penyuluh Pertanian dalam mendampingi petani membuahkan hasil positif. Produksi beras Kabupaten Sumenep periode Januari-November 2026 tercatat mengalami kenaikan signifikan dan berhasil menopang ketahanan pangan nasional.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, S.E.,M.Si. mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian swasembada yang terus terjaga di ujung timur Pulau Madura ini.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Sumenep tetap mampu menjaga status swasembada beras. Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tapi bukti kerja keras petani dan penyuluh di lapangan. Produksi beras Sumenep turut membantu pemerintah dan negara dalam mencukupi kebutuhan stok pangan nasional. DKPP bersama penyuluh pertanian akan terus hadir, tidak lepas dari komitmen untuk meningkatkan pendampingan dan meminimalkan risiko gagal panen bagi petani,” ujar Chainur Rasyid, Selasa, (27/10/2026).
Senada, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) RI Wilayah Kerja Sumenep, Dewo Ringgih, SP.,MP. menjelaskan kenaikan produksi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan tiga indikator utama pertanian.

“Hasil positif kenaikan produksi beras di Sumenep ini sejalan dengan bertambahnya Luas Tambah Tanam (LLT), luas panen, dan Gabah Kering Giling (GKG). Ini menunjukkan pendampingan yang intensif dari teman-teman penyuluh mampu mendorong petani untuk lebih optimal dalam mengelola lahan dan mengadopsi teknologi budidaya yang kami rekomendasikan,” tegas Dewo Ringgih.
Berdasarkan data DKPP Sumenep, produksi beras pada Januari-November 2026 mencapai 113.362 ton, naik 3.985 ton atau 3,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 109.377 ton.
Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan Luas Tambah Tanam (LLT) periode Oktober-September 2026 yang mencapai 33.414 hektare, naik 5,9 persen atau 1.972 hektare dibandingkan periode sebelumnya.
Luas panen juga mengalami tren positif. Pada Januari-November 2026, luas panen mencapai 37.311 hektare, meningkat 4,31 persen atau 1.541 hektare dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 35.770 hektare.
Sementara itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2026 tercatat sebesar 196.324 ton, naik 3,64 persen atau 6.901 ton dari tahun 2025 sebesar 189.423 ton.
Dewo Ringgih menambahkan, peran penyuluh BPPSDMP tidak hanya pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada penguatan kelembagaan petani dan mitigasi perubahan iklim.
“Kami pastikan penyuluh hadir di tengah sawah, memberikan early warning system terkait hama dan iklim, sehingga risiko gagal panen bisa diminimalisir sejak dini. Swasembada ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Kabupaten Sumenep optimis terus menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur dan penyangga stok pangan nasional.
(Dv)












