Maknai Hari Jadi Sumenep ke-757, MI Nurul Huda Gapurana Talango: Sumenep Bukan Sekadar Tanah Sejarah, Tapi Sumber Keteladanan, Budaya dan Pendidikan

Keluarga besar MI Nurul Huda Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep berfoto bersama dengan mengenakan busana adat dalam rangka memaknai Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 tahun 2026 bertema Songenep Jaja Rajja.(dok/MI)

SUMENEP, beritakan.co.id – Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 tahun 2026 dengan tema besar “Songenep Jaja Rajja” menggema hingga ke pelosok kepulauan. Salah satunya datang dari lembaga pendidikan dasar Islam, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Terakreditasi B yang beralamat di Jl. KH. Syamsul Arifin, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.

Momentum bersejarah yang diperingati setiap tanggal 31 Oktober ini menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan madrasah, untuk menengok kembali perjalanan panjang Sumenep sejak berdiri pada tahun 1269 hingga kini menjadi kabupaten dengan peradaban tertua dan terkaya di Madura.

Kepala MI Nurul Huda Gapurana, H. Maski, S.Pd, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi dengan penuh khidmat dan makna mendalam. Baginya, Sumenep adalah rumah besar yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar MI Nurul Huda Gapurana Talango, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 Tahun 2026. Sumenep ini bukan hanya tanah yang kaya akan sejarah, tetapi juga sumber keteladanan, budaya, dan pendidikan. Dari Keraton Sumenep kita belajar tentang kepemimpinan yang arif, dari pesantren kita belajar tentang keikhlasan ilmu, dan dari masyarakat pesisir dan kepulauan kita belajar tentang ketangguhan,” ujar H. Maski, S.Pd.

H. Maski menambahkan, tema Songenep Jaja Rajja yang secara resmi diluncurkan oleh Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., pada 12 Juli 2025 lalu, memiliki makna filosofis yang sangat dalam dan relevan dengan dunia pendidikan.

Kepala MI Nurul Huda Gapurana Talango H. Maski, S.Pd, bersama dewan guru kompak mengenakan busana adat Keraton Sumenep dalam rangka memperingati Hari Jadi Kottha Songenep ke-757. (dok/MI)

“Songenep dalam bahasa Madura berarti Sumenep, dan Jaja Rajja berarti Jaya dan Besar. Ini bukan hanya soal jaya secara fisik pembangunan, tetapi jaya secara mental, jaya secara spiritual, dan besar dalam peradaban. Logo Hari Jadi ke-757 yang memadukan Angka 757, Celurit, Labang Mesem Keraton, dan Burung Gosong Kaki Merah itu adalah pesan bahwa Sumenep adalah perpaduan kekuatan, kehalusan budi, dan kekayaan alam yang harus dijaga,” jelasnya.

Menurutnya, usia 757 tahun adalah usia kematangan yang luar biasa. Jika sebuah kabupaten mampu bertahan selama lebih dari tujuh abad, itu menandakan sistem nilai, budaya, dan pendidikannya sangat kuat mengakar.

“Oleh karena itu, kami di MI Nurul Huda yang berada di wilayah kepulauan Talango ini merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga estafet kejayaan itu. Tugas kami adalah melahirkan generasi penerus yang Rajja – besar hatinya, besar ilmunya, besar akhlaknya, dan besar cintanya pada daerahnya. Itulah wujud nyata kami mendukung visi Sumenep Unggul, Mandiri dan Sejahtera,” tambah H. Maski dengan tegas.

Sementara itu, dewan guru MI Nurul Huda, Sulistiyani, S.Pd.I, turut memberikan pandangan yang menyentuh aspek pendidikan karakter di momentum Hari Jadi ini.

Ia menilai, berbagai kebijakan Pemkab Sumenep dalam rangkaian Hari Jadi ke-757 sangat edukatif dan patut menjadi teladan bagi siswa-siswi madrasah. Seperti Surat Edaran Bupati tentang kewajiban ASN memakai Baju Adat Keraton selama tiga hari (29-31 Oktober 2026) dan Gerakan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah sebanyak 111.111 kali pada 22-30 Oktober 2026.

“Sebagai seorang guru, saya melihat ini sebagai pendidikan yang hidup. Ketika anak-anak kami di Gapurana melihat Bapak/Ibu ASN memakai baju adat Keraton, mereka belajar bahwa budaya itu bukan untuk dipajang di museum, tapi untuk dipakai dan dibanggakan. Ketika Pemkab menggerakkan pembacaan Al-Waqi’ah serentak, anak-anak kami belajar bahwa kemajuan daerah harus diiringi dengan doa dan keberkahan dari Allah SWT,” ungkap Sulistiyani, S.Pd.I.

Lebih lanjut, Sulistiyani menegaskan bahwa MI Nurul Huda sebagai madrasah terakreditasi B di wilayah Talango akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, meski berada di kawasan kepulauan.

“Kami mungkin madrasah kecil di desa, tapi semangat kami sebesar tema Hari Jadi ini: Jaja Rajja. Kami ingin membuktikan bahwa dari Gapurana, dari Talango, dari kepulauan, bisa lahir anak-anak berprestasi yang akan membawa nama harum Sumenep di masa depan. Itulah kado terbaik kami untuk Hari Jadi Sumenep ke-757,” pungkasnya.

Pihak madrasah berharap, di usia ke-757 ini, Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo semakin maju, makmur, penuh keberkahan, dan tetap menjadi kabupaten yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, budaya, dan pendidikan dari daratan hingga kepulauan.

Songenep Jaja Rajja! Jayalah Sumenep, Jayalah Madura!
(Dv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *