Daerah  

Cetak Laba Rp13 Miliar dan Setor PAD Rp7,2 Miliar, Begini Prinsip Amanah H. Hairil Fajar di BPRS Bhakti Sumekar

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, yang memegang teguh prinsip amanah dalam mengelola BUMD Syariah untuk kemaslahatan masyarakat. (dok/BPRS)

SUMENEP, beritakan.co.id – PT. Bank Perekonomian Rakyat Syari’ah Bhakti Sumekar atau PT. BPRS BS (Perseroda) Sumenep terus meneguhkan jati dirinya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Syariah yang tidak hanya sehat secara kinerja, tetapi juga berkah dan membawa maslahat bagi masyarakat dan daerah.

Komitmen tersebut dipegang teguh oleh Direktur Utama H. Hairil Fajar. Bagi sosok yang dikenal religius ini, mengelola BPRS Bhakti Sumekar adalah sebuah amanah besar dari masyarakat dan daerah yang harus dijaga dengan prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah.

“Bagi kami, mengelola BPRS Bhakti Sumekar ini adalah amanah. Amanah dari masyarakat Sumenep, amanah dari pemerintah daerah. Karena itu prinsip kami satu, harus dikelola secara sehat, profesional, dan harus membawa berkah serta manfaat yang nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar H. Hairil Fajar.

Perjalanan panjang BPRS Bhakti Sumekar dimulai sejak beroperasi pada tahun 2002 lalu dengan modal awal sebesar Rp 40 miliar. Berbekal amanah tersebut, dengan pengelolaan yang istiqomah dan penuh kehati-hatian, kekuatan modal terus meningkat secara berkelanjutan.

Hingga tahun 2026, total permodalan perusahaan telah tumbuh lebih dari empat kali lipat, mencapai Rp 173 miliar. Pertumbuhan modal yang solid ini menjadi fondasi utama bagi BPRS BS untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Wujud dari prinsip amanah tersebut adalah komitmen BPRS Bhakti Sumekar untuk terus berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana 55 persen dari laba bersih perusahaan disetorkan kembali untuk pembangunan Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah dan kerja keras seluruh karyawan, pada tahun 2025 lalu kami membukukan laba bersih Rp 13 miliar dengan setoran PAD Rp 7 miliar, dan hingga tahun 2026 setoran PAD kami Rp 7,2 miliar. Jika diakumulasi sejak awal berdiri, total PAD yang sudah kami setorkan mencapai Rp 117 miliar. Semua ini kami kembalikan untuk kemaslahatan masyarakat Sumenep,” tuturnya.

Keberkahan BPRS Bhakti Sumekar juga diwujudkan melalui perluasan manfaat. Saat ini BPRS Bhakti Sumekar memiliki 31 jaringan kantor yang tersebar dari daratan hingga kepulauan Sumenep, bahkan hingga Kabupaten Pamekasan, dengan 2.880 rekening aktif.

Pelayanan jemput bola dengan armada pick-up terus digalakkan agar masyarakat kecil dan pelaku UMKM tidak kesulitan mengakses layanan keuangan syariah.

“Kami ingin BPRS Bhakti Sumekar ini menjadi jalan rezeki yang berkah bagi masyarakat. Kami yang datang ke pasar, ke desa, ke kepulauan. Kami jemput bola, karena kami ingin memastikan ekonomi kerakyatan di Sumenep tumbuh dengan prinsip syariah yang memudahkan,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberlanjutan keberkahan tersebut, H. Hairil Fajar menyiapkan beberapa ikhtiar, di antaranya penguatan layanan Gadai Emas Syariah yang amanah, program apresiasi nasabah, penguatan petugas lapangan untuk pembinaan UMKM, serta gerakan gemar menabung berbasis syariah.

“InsyaAllah, selama amanah ini kami jaga dengan niat ibadah dan prinsip syariah, BPRS Bhakti Sumekar akan terus sehat, akan terus berkah, dan akan terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep,” pungkas H. Hairil Fajar.
(Dv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *