SUMENEP, beritakan.co.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi seluruh pelaksana Sumenep Calendar Of Event (SCE) 2026 dan komunitas yang telah berkontribusi memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui beragam festival sepanjang tahun.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong membangun daerah.
Pemkab Sumenep, kata Bupati, berkomitmen akan mendukung penuh pelaksanaan SCE 2026 tahun ini agar berjalan lebih baik, meriah, dan berdampak nyata bagi kemajuan daerah.
Ia menilai peran aktif komunitas dan penyelenggara event menjadi kunci penting dalam menghidupkan pariwisata melalui kegiatan kreatif yang nantinya mampu menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Bupati mendorong untuk pelaksana SCE 2026 terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan, dan berani berinovasi menghadirkan kegiatan yang unik serta berkarakter.
Silaturahmi antar pemangku kepentingan disebut penting untuk memperkuat komunikasi, menyamakan visi, dan membangun kolaborasi demi event yang lebih profesional dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“SCE 2026 bukan hanya agenda tahunan, tetapi harus menjadi pemicu utama pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Fauzi.
Bupati juga menekankan agar setiap event dalam SCE 2026 dimaksimalkan sebagai sarana promosi destinasi unggulan Sumenep.
Mulai dari keindahan Pantai Sembilan Gili Genting, pesona Keraton Sumenep dan Museum Keris, hingga kekayaan budaya tradisi Ojhung dan Musik Tongtong, semua harus dikemas menarik dalam rangkaian kegiatan.
Ia meminta penyelenggara aktif memanfaatkan media digital, kolaborasi dengan travel influencer, serta memperkuat branding “Sumenep The Soul of Madura” agar gaung promosi menjangkau pasar wisatawan nasional dan internasional.
Ia menambahkan, berbagai event yang digelar tahun ini terbukti berhasil memperkenalkan potensi wisata, seni, dan budaya Sumenep ke publik yang lebih luas.
Dampaknya juga langsung terasa pada pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM, pedagang lokal, sanggar seni, dan pelaku ekonomi kreatif yang terlibat di setiap kegiatan. (hfw)












