Masalembu 2026 Gelar Festival Budaya, Angkat Tradisi Langka di Kepulauan Kecil

SUMENEP, beritakan.co.id – Kepulauan Masalembu yang secara geografis lebih dekat ke Kalimantan, tapi administratif masuk Kabupaten Sumenep, akan menjadi sorotan nasional melalui Festival Budaya Masalembu 2026.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan festival ini sebagai panggung untuk menampilkan keberagaman budaya yang hidup di kepulauan terpencil tersebut.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut Masalembu sebagai “miniatur Indonesia” karena di wilayah kecil itu tumbuh berbagai tradisi dari latar belakang masyarakat yang berbeda.

“Masalembu adalah miniatur Indonesia di tengah laut. Di sana tumbuh berbagai tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya bangsa,” ujar Fauzi saat rapat persiapan festival di Sumenep, Senin (18/5).

Menurutnya, posisi Masalembu yang berada di perbatasan laut Jawa dan Kalimantan membuat interaksi budaya berjalan dinamis selama puluhan tahun. Kondisi ini melahirkan kekayaan adat, bahasa, dan kesenian yang jarang ditemukan di wilayah lain.

Festival Budaya Masalembu 2026 dirancang bukan sekadar hiburan musiman. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sumenep menargetkan acara ini menjadi ruang pelestarian sekaligus promosi wisata berbasis budaya.

“Kami ingin festival ini jadi panggung untuk memperkenalkan potensi lokal. Mulai dari seni pertunjukan, kuliner khas, hingga tradisi maritim masyarakat Masalembu yang selama ini jarang terekspos publik,” katanya.

Kepala Disbudporapar Sumenep Faruk Hanafi menambahkan, festival ini punya peran strategis ganda. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayah kepulauan yang selama ini dikenal hanya lewat keindahan pantainya.

“Target kami, Masalembo dikenal luas karena kekayaan budaya dan kerukunan warganya. Pesona alam saja tidak cukup. Kekayaan budaya dan kebersamaan masyarakatnya harus jadi daya tarik utama,” ujar Faruk.

Ia menjelaskan, panitia akan menampilkan atraksi seni tradisional, pameran kuliner khas kepulauan, serta ritual adat yang masih dijalankan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan akan dikurasi agar autentik dan mencerminkan identitas lokal.

Faruk optimistis festival ini bisa menempatkan Masalembu sebagai destinasi budaya unggulan di ujung timur Pulau Madura. Apalagi akses transportasi laut ke Masalembu kini sudah lebih teratur dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Harapannya, setelah festival, masyarakat luas tahu bahwa di ujung utara Sumenep ada komunitas yang menjaga keberagaman dengan sangat baik. Ini yang ingin kami bawa ke panggung nasional,” katanya.

Festival Budaya Masalembu 2026 dijadwalkan berlangsung pertengahan 2026 dan akan melibatkan pelaku seni, komunitas budaya, serta UMKM lokal. Pemerintah daerah berharap acara ini menumbuhkan kebanggaan warga terhadap warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.(hfw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *