SUMENEP, beritakan.co.id – Bappeda Sumenep kini tengah mengkaji rekomendasi dari Sarasehan Intelektual bersama mahasiswa yang digelar pada 28 April 2026. Hasil diskusi itu akan dibawa ke Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang dijadwalkan Juni 2026.
Sarasehan di Ruang Rapat Potre Koneng mengangkat tema penguatan perencanaan berbasis data, partisipasi publik, dan kolaborasi pentahelix. Forum ini menjadi ruang serap ide mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumenep untuk penyusunan program pembangunan daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan prioritas nasional 2026, yakni percepatan transisi energi terbarukan dan penurunan stunting. Sumenep sendiri dituntut merumuskan strategi lokal sesuai potensi 334 desa di daratan dan kepulauan.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyebut mahasiswa punya peran strategis sebagai agen perubahan dan penyedia gagasan segar.
“Pembangunan daerah tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Kami butuh masukan dari akademisi, termasuk mahasiswa, agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berbasis data,” ujar Arif.
Untuk memperkuat akurasi perencanaan, Bappeda juga mendorong program Desa Binaan Statistik. Data desa yang valid disebut sebagai fondasi agar kebijakan tepat sasaran.
Dalam sarasehan, peserta dibagi ke kelompok diskusi membahas empat isu prioritas: transisi energi terbarukan, percepatan penurunan stunting, penguatan UMKM, dan digitalisasi desa. Hasil kerja kelompok dipresentasikan langsung dalam forum.
“Biasanya kami hanya belajar teori. Di sini kami bisa langsung berdiskusi dengan Bappeda dan memberi masukan,” kata Dirga, salah satu peserta.
Bappeda membuka peluang kerja sama lanjutan melalui program KKN tematik, magang, dan riset kolaboratif. Sarasehan juga direncanakan menjadi agenda rutin untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan kampus demi Sumenep yang lebih maju dan berkelanjutan.(itn)
KET. FOTO: Kepala Bappeda Sumenep berbagi wawasan, menyamakan visi bersama mahasiswa Sumenep. Karena langkah kecil hari ini, adalah dampak besar untuk masa depan Sumenep.












