SUMENEP, beritakan.co.id – Tahun 2026 menjadi momen perpisahan bagi ratusan abdi negara di Sumenep. Sebanyak 401 ASN akan mengakhiri masa baktinya, dan lebih dari separuhnya adalah guru yang mengajar di berbagai sekolah.
BKPSDM Sumenep mencatat rinciannya terdiri dari 214 tenaga pendidik, 120 tenaga teknis, dan 40 tenaga kesehatan yang akan memasuki masa pensiun, kata Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan.
Benny menjelaskan pensiun ASN tidak terjadi serentak, melainkan mengikuti batas usia pensiun sesuai ketentuan masing-masing jabatan.
Dominasi guru dalam gelombang pensiun ini membuat sektor pendidikan paling terdampak. Pemerintah daerah, lanjut Benny, sudah mewaspadai potensi penurunan kualitas layanan pendidikan jika tidak segera diantisipasi.
“Pemerintah daerah menjadikan ini perhatian utama untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, pemda akan melakukan penataan kebutuhan ASN dan optimalisasi formasi pegawai agar pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, tetap berjalan.
Meski sejumlah ASN akan segera purna tugas, Benny menekankan agar roda pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan optimal tanpa hambatan.
Untuk memastikan hal itu, ia meminta agar proses alih tugas dan transfer pengetahuan dari ASN senior ke ASN yang lebih muda segera dilakukan. Selain itu, perlu ada pemetaan kebutuhan SDM dan penataan ulang beban kerja, sehingga pelayanan publik tidak terganggu meski terjadi kekosongan sementara. (itn)
KET. FOTO: Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan (dok. Istimewa)












