SUMENEP, beritakan.co.id – Menjelang musim tanam tembakau 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengajak petani untuk memperhatikan kualitas tembakau sejak awal tanam.
Upaya ini dilakukan agar petani dapat memanen “daun emas” dengan kualitas terbaik dan harga jual yang menguntungkan. Begitu musim kemarau tiba, petani di sejumlah wilayah Sumenep langsung bergerak menyemai bibit tembakau.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa kemarau justru menjadi musim yang paling ditunggu para petani tembakau di Madura, khususnya Sumenep.
“Khususnya di Sumenep, kemarau sudah lama dinanti petani karena kami memiliki tembakau unggulan yang dikenal sebagai daun emas,” ujarnya pada Kamis, 4 Juni 2026.
Ia juga mengingatkan, meskipun kemarau menguntungkan, petani tidak boleh mengabaikan pemantauan cuaca. Kualitas tanaman harus dijaga sejak awal tanam, karena hasil panen tembakau sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan cuaca.
“Cuaca dan iklim memiliki peran besar dalam pertanian. Sejumlah daerah masih diselimuti mendung, jadi petani perlu mencermati kondisi iklim terlebih dahulu sebelum mulai tanam,” katanya.
Inung, begitu ia biasa disapa, berharap kemarau tahun ini dapat meningkatkan kualitas tembakau Sumenep. Selama ini, tembakau dari daerah tersebut memang sudah dikenal memiliki pasar yang luas dan harga tinggi.
“Memasuki musim kemarau, kami berharap kualitas tembakau terus meningkat. Potensi pasarnya besar, begitu juga permintaan terhadap tembakau Sumenep,” tuturnya.
Luas tanam tembakau di Kabupaten Sumenep sempat mencapai 18 ribu hektare pada 2024, lalu menyusut menjadi 14 ribu hektare pada 2025. Meski begitu, DKPP melihat adanya potensi kenaikan kembali pada musim tanam tahun ini, didukung oleh ketersediaan lahan yang masih memadai, terutama di wilayah pegunungan dan tegal.
“Mudah-mudahan produksi tahun ini dapat kembali meningkat, mengingat ketersediaan lahan masih cukup luas, terutama di daerah pegunungan dan lahan tegalan,” ujarnya.
Berdasarkan koordinasi dengan para penyuluh pertanian, DKPP juga menemukan bahwa sejumlah petani telah memulai proses penyemaian benih tembakau.
“Informasi dari penyuluh menyebutkan, sebagian masyarakat sudah mulai menyemai benih tembakau,” lanjutnya.
DKPP berharap musim kemarau tahun ini berjalan normal agar tembakau yang dihasilkan memiliki kualitas bagus dan dapat dijual dengan harga yang menguntungkan bagi petani.
“Kami berharap tembakau memiliki kualitas yang baik, harga jualnya memuaskan, serta kondisi cuaca tetap mendukung sehingga tidak mengganggu mutu tembakau saat panen nanti,” pungkasnya. _(itn)_
KET. FOTO: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (dok.kolase foto dan ilustrasi tembakau by meta ai)












