SUMENEP, beritakan.co.id – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep bersama Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Sumenep resmi menjadikan Festival Perempuan Pesisir sebagai program unggulan tahun 2026. Kebijakan ini disampaikan Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, dalam rapat koordinasi/media briefing di Kantor Disbudporapar, Selasa, (2/6) setelah melihat dampak positif gelaran perdana di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk.
Kepala Disbudporapar menegaskan bahwa penguatan perempuan pesisir menjadi prioritas karena mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga nelayan yang selama ini kurang terekspos.
“Festival ini bukan hanya panggung hiburan. Ini adalah ruang afirmasi bagi perempuan pesisir untuk naik kelas: dari dapur dan tambak, masuk ke ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata Sumenep. Tahun 2026 kami siapkan pelatihan, pendampingan UMKM, sampai integrasi produk mereka ke paket wisata budaya,” ujarnya.
Program Disbudporapar 2026 untuk Perempuan Pesisir:
1. Pelatihan dan Pendampingan
Disbudporapar menargetkan 15 kelompok perempuan pesisir di Desa Slopeng, Gili Raja, dan Kalianget untuk mendapat pelatihan pengolahan hasil laut, kerajinan ecoprint dari daun bakau, serta pelatihan pemandu wisata berbasis komunitas.
2. Penguatan UMKM
Produk unggulan perempuan pesisir akan dikurasi dan dipasarkan melalui event Disbudporapar, platform digital Sumenep Creative Market, dan Galeri UMKM di Keraton Sumenep. Target omzet awal ditargetkan Rp 500 juta selama 2026.
3. Integrasi Kalender Event
Festival Perempuan Pesisir akan digelar rutin setiap bulan Agustus dan terhubung dengan agenda wisata lain seperti Festival Tongtong dan Karapan Sapi.
4. Kolaborasi
Program ini digarap bersama DPD KPPI Sumenep, PKK Kabupaten, dan Bank Jatim untuk memperluas akses pasar, permodalan, dan jejaring distribusi.
Kepala Disbudporapar juga menyampaikan harapan besar terhadap program ini:
“Harapan kami, lima tahun ke depan, Sumenep dikenal bukan hanya karena Karapan Sapi, tapi juga karena kekuatan ekonomi kreatif perempuan pesisirnya. Kalau ibu-ibu pesisir berdaya, maka pariwisata Sumenep akan punya ruh baru yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Itulah tujuan akhir kami.”
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar, Mohammad Zaini, menambahkan bahwa teknis pelaksanaan akan dikoordinasikan langsung dengan kelompok perempuan di desa-desa pesisir agar program tepat sasaran.[itn]
KET. FOTO: PAGELARAN. Gemulai gerak tari pesisir menghiasi Festival Perempuan Pesisir 2026 di Pantai Slopeng, Sumenep. Lebih dari sekadar pertunjukan, ini adalah cara perempuan pesisir menjaga warisan budaya sekaligus menunjukkan daya kreasi mereka (dok. Istimewa)












