Karapan Sapi Bupati Cup 2026 di Pulau Sapudi Diprediksi Dongkrak Ekonomi dan Tarik Wisatawan

SUMENEP, beritakan.co.id – Ajang Karapan Sapi Bupati Cup 2026 yang akan digelar di Pulau Sapudi diprediksi menjadi pengungkit ekonomi warga dan magnet wisata baru bagi Kabupaten Sumenep.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Andre Zulkarnain, Senin (8/6). Andre mewakili Kepala Disbudporapar Faruk Hanafi.

“Pelaksanaan Karapan Sapi Bupati Cup di Pulau Sapudi nanti akan menggerakkan UMKM dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Andre.

Ia menegaskan, tradisi khas Madura itu tidak sekadar hiburan, tetapi juga memberi efek ekonomi nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan wisatawan yang sedang berlibur di Bali untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Sapudi. Rute menuju lokasi dinilai praktis: wisatawan cukup mendarat di Bali, lalu menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Sapudi.

Di Pulau Sapudi, pengunjung bisa menikmati dua hal sekaligus, yakni atmosfer perlombaan tradisional dan pesona wisata pulau.

Andre menyebut manfaat kegiatan ini akan langsung dirasakan masyarakat di dua wilayah Sapudi, yaitu Kecamatan Gayam dan Nonggunong. Perputaran ekonomi diharapkan tumbuh seiring datangnya pengunjung.

Camat Nonggunong, Roby Firmansyah, menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, keputusan Pemkab Sumenep menggelar karapan sapi di Sapudi adalah bentuk nyata dukungan terhadap akar budaya daerah.

“Pemkab Sumenep benar-benar perhatian. Sapudi memang dikenal sebagai tanah asal bibit sapi karapan. Jadi wajar jika ajang ini kembali dipusatkan di sini,” kata Roby.

Kawasan Sapudi juga telah mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Pertanian RI sebagai daerah dengan populasi sapi tertinggi di Madura, sekaligus pusat pembibitan sapi karapan unggulan. Status itu disambut positif warga yang mendukung rencana pengembangan ke depan.

Roby menilai dampak ekonomi tidak hanya bersumber dari perlombaan. Pulau Sapudi juga memiliki potensi wisata alam dan religi yang bisa ikut mengerek pertumbuhan ekonomi.

“Di luar tradisi karapan sapinya, Sapudi sebenarnya kaya akan destinasi wisata alam dan religi. Ini jelas bisa membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ajang Karapan Sapi Bupati Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai kegiatan budaya, tetapi juga mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian budaya lokal, sekaligus memajukan sektor pariwisata Pulau Sapudi.

Ajang Karapan Sapi Bupati Cup 2026 di Pulau Sapudi dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026.(itn)

 

KET. FOTO: Poster Karapan Sapi Bupati Cup 2026. Sebuah perlombaan tradisional yang kembali mengguncang Pulau Sapudi. Tradisi, Prestasi, Kebanggaan Sapudi Mendunia, saksikan adu kecepatan dan semangat para joki terbaik Madura. (Dok. Istimewa) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *