SUMENEP, beritakan.co.id_– Papan tulis kapur perlahan digeser. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kini menggenjot penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital di SD dan SMP, sebagai langkah memutus kebiasaan mengajar konvensional.
Bantuan dari pemerintah pusat ini sudah menyasar hampir seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di bawah koordinasi Disdik Sumenep. Langkah tersebut jadi akselerasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan tidak lagi terpaku pada ceramah satu arah.
Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, menyebut kehadiran perangkat digital ini ditargetkan mendobrak kebiasaan mengajar lama. Guru bisa lebih leluasa mengembangkan materi kreatif, sementara siswa mendapat pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Untuk distribusi, jenjang SMP sudah menerima 180 unit IFP. Sementara di jenjang SD, hampir seluruh sekolah telah mendapat jatah satu unit per sekolah. Seluruh guru juga diimbau aktif memakai fasilitas tersebut, sejalan dengan dorongan penerapan pembelajaran mendalam atau _deep learning_.
“Ke depan, semua guru yang menjalankan proses pembelajaran wajib menggunakan papan digital ini. Alasannya sederhana, media ini terbukti membuat suasana belajar jadi lebih menarik,” kata Iksan, Selasa, 9 Juni 2026.
Program distribusi periode 2025–2026 dinyatakan tuntas. Kini fokus pemerintah daerah bergeser ke optimalisasi alat bantu tersebut dalam kegiatan belajar mengajar.
Efeknya mulai terasa pada hasil evaluasi akademik terbaru. Iksan menyebut integrasi teknologi pendidikan sudah memberi kontribusi positif pada mutu pembelajaran. Buktinya, pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP baru-baru ini ada dua siswa yang mencetak nilai sempurna untuk pelajaran matematika.
Keberhasilan itu, lanjut Iksan, ditopang tiga faktor: pembinaan berkelanjutan, penguatan kapasitas guru, serta dukungan sarana pembelajaran yang terus diperbaiki pemerintah daerah.
Disdik Sumenep menegaskan tidak ingin berhenti di titik ini. Ke depan, instansi tersebut akan memaksimalkan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai ujung tombak peningkatan mutu sumber daya manusia.
“Strategi ini punya arah yang jelas. Kami sengaja mengarahkan program digitalisasi untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kabupaten Sumenep dalam beberapa tahun mendatang,” tegas Iksan.
“Kami melihat pembelajaran yang dikombinasikan dengan pendekatan, pembinaan, dan pemberdayaan nyata-nyata memberikan dampak yang cukup besar.”(itn)
KET. FOTO: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan (dok. Istimewa)












