SUMENEP, beritakan.co.id – BPS Kabupaten Sumenep resmi memulai Sensus Ekonomi 2026 mulai Senin, 15 Juni. Pendataan akan berlangsung lebih dari dua bulan dan berakhir Senin, 31 Agustus 2026.
Untuk menjangkau seluruh pelosok “Kota Keris”, BPS menurunkan ribuan petugas lapangan yang akan mendatangi rumah warga dan lokasi usaha secara langsung dari pintu ke pintu.
Cakupan sensus tahun ini sangat luas. Tim sensus ditargetkan mendata 408.561 keluarga dan 187.293 unit tempat usaha di seluruh wilayah Sumenep.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan persiapan sudah rampung. Ribuan petugas dikerahkan agar pelaksanaan SE 2026 dimulai tepat waktu pada 15 Juni sesuai jadwal.
Sebanyak 1.536 petugas diturunkan ke lapangan, terdiri dari 182 pemeriksa dan 1.354 pendata. Mereka telah mengikuti pelatihan selama tiga hari sehingga siap menjalankan metodologi dan konsep SE 2026 sesuai ketentuan.
“Petugas juga dibekali keterampilan mengisi kuesioner dan melakukan wawancara kepada warga maupun pelaku usaha. Selain itu, mereka diajarkan cara mengunggah data hasil wawancara ke aplikasi melalui ponsel masing-masing,” jelas Handoyo.
Setelah wawancara selesai, petugas akan menandai lokasi, mendokumentasikan rumah tiap keluarga melalui foto, lalu menempelkan stiker pada bangunan sesuai jenis penggunaannya. Pembagian tugas sudah jelas karena tiap petugas memiliki wilayah kerja tersendiri.
Untuk memudahkan identifikasi, petugas lapangan mengenakan rompi bertuliskan SE 2026. Mereka juga membawa surat tugas dan identitas resmi, mulai dari identitas digital hingga KTP.
Handoyo menekankan pentingnya penerapan penuh SOP yang sudah dipelajari saat pelatihan. Prosedur pendataan harus dijalankan tanpa terlewat agar hasilnya konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga meminta masyarakat menyambut baik kedatangan petugas. Kerja sama warga sangat dibutuhkan, mulai dari membuka pintu untuk diwawancarai sampai memberikan keterangan sesuai kondisi yang sebenarnya.
“Keberhasilan SE 2026 sangat bergantung pada dukungan semua pihak. Masyarakat, Pemkab, pemerintah kecamatan, hingga desa perlu aktif menyebarkan informasi dan ikut memantau jalannya pendataan. Dengan begitu, data yang terkumpul akan benar-benar akurat, mutakhir, dan berkualitas,” tutup Handoyo.(itn)
KET. FOTO: Penutupan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 gelombang 4 berjalan lancar di Hotel C1,Kolor. Sabtu (13/06) kemarin. (dok. istimewa)












