Daerah  

Festival Agro Culture Rubaru, Bukti Pemkab Sumenep Serius Genjot Pertanian

SUMENEP, beritakan.co.id – Pertanian tetap jadi tumpuan ekonomi warga Sumenep. Komitmen itu kembali ditegaskan Pemkab Sumenep lewat Festival Agro Culture di Kecamatan Rubaru, Jumat 26/6/2026.

Bukan sekadar acara seremonial. Festival ini punya 2 tujuan utama:
1. Apresiasi hasil tani + inovasi petani & UMKM lokal
2. Jadi ruang temu petani, penyuluh, pembeli, dan investor untuk memperkuat ketahanan pangan + buka akses pasar

Hasil Panen Langsung Ketemu Pembeli
Puluhan komoditas unggulan Sumenep dipamerkan. Mulai jagung, singkong, padi, sampai produk olahan berlabel Sumenep.

Petani jagung asal Desa Rubaru, Rofik, ngaku diuntungkan. “Biasanya panen dijual ke tengkulak, harganya dipotong. Di sini bisa jual langsung + tanya teknologi tanam ke penyuluh,” ujarnya.

UMKM keripik singkong Desa Benasare, Musahru, juga kebagian rezeki. Produknya dilirik pembeli luar kota. “Kalau pendampingan Pemkab jalan terus, kami optimis naik kelas, tembus pasar modern,” katanya.

3 Pilar Penguatan Pertanian Rubaru
Kadis Ketahanan Pangan & Pertanian Sumenep Chainur Rasyid yang mewakili Bupati bilang, Rubaru punya tanah subur. Biar potensinya maksimal, Pemkab fokus ke 3 pilar:

1. Teknologi : tanam hemat air, mekanisasi pascapanen
2. Benih unggul : hasil naik tanpa perlu tambah lahan
3. SDM : pelatihan + pendampingan berkelanjutan buat petani

“Festival ini forum sinergi. Tanpa kolaborasi pemerintah, petani, akademisi, dan pelaku usaha, target produktivitas + kesejahteraan petani susah tercapai,” tegas Chainur.

Panen Saja Tidak Cukup
Pemkab dorong petani naik kelas lewat nilai tambah. Jagung tak cuma dijual pipilan, tapi diolah jadi marning, snack, atau produk kemasan Sumenep.

“Tiga arah kebijakan kami: naikkan produktivitas lahan, kuatkan kelembagaan petani, ciptakan nilai tambah tiap panen. Tujuannya jelas: petani sejahtera, Sumenep mandiri pangan,” pungkasnya.(itn)

 

KET. FOTO: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid meninjau stand dan cek kualitas komoditas lokal di Festival Agro Culture Rubaru. (Dok.ist) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *