Daerah  

Inovasi Pemkab Sumenep Naik 4 Kali Lipat, 217 Karya Dorong Layanan Digital & Turunkan Stunting

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat lompatan besar dalam pembaruan layanan publik. Sepanjang 2025, jumlah inovasi yang dihasilkan mencapai 217 karya. Angka ini naik 4 kali lipat dibanding 2024 yang hanya 53 inovasi.

Capaian tersebut diungkap Badan Riset dan Inovasi Daerah BRIDA Kabupaten Sumenep. Menurut Kepala BRIDA Siswahyudi Bintoro, pertumbuhan ini jadi indikator menguatnya budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Inovasi ini hasil kerja kolaboratif lintas sektor. Sumbernya dari OPD, puskesmas, kecamatan, kelurahan, BUMD, institusi pendidikan, pelaku UMKM, hingga inisiatif langsung masyarakat,” jelas Siswahyudi.

Dari total 217 inovasi, puskesmas menyumbang paling banyak: 105 karya. Disusul OPD dengan 73 inovasi. Sisanya datang dari kecamatan, kelurahan, BUMD, lembaga pendidikan, UMKM, dan komunitas warga.

Fokus utama inovasi 2025 mengarah ke dua hal: digitalisasi layanan publik dan penyelesaian isu prioritas daerah. Isu strategis yang disasar meliputi penurunan kemiskinan, percepatan intervensi stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Di sisi OPD, sejumlah terobosan digital sudah jalan. BRIDA mengembangkan SIMBRIDA, DIGAJI, KERIS, SISTA MITRA, hingga Sumenep Technolab.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencatatkan 13 inovasi di layanan adminduk. Dinas Kesehatan fokus pada inovasi kesehatan ibu-anak, penanganan stunting, pengendalian tuberkulosis, dan layanan kesehatan berbasis teknologi.

Perangkat daerah lain juga aktif, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DPM-PTSP, BKPSDM, BPKAD, Inspektorat, DLH, Disdik, RSUD dr. H. Moh. Anwar, dan Labkesda. Seluruh kecamatan di Sumenep juga terlibat merancang inovasi pelayanan publik.

Semua program diarahkan untuk 4 sasaran: mempercepat administrasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan mutu layanan kesehatan, dan akselerasi penurunan stunting.

Cakupan layanan terus diperluas. Prioritasnya penguatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular, intervensi gizi buruk, layanan kesehatan jiwa, digitalisasi sistem pelayanan, hingga pemerataan akses kesehatan di wilayah kepulauan.

Dinamika inovasi tidak hanya dari pemerintah. Dunia pendidikan, BUMD, UMKM, dan komunitas warga aktif melahirkan solusi lokal. Spektrumnya beragam: teknologi energi terbarukan, drone untuk pengawasan perikanan, aplikasi pelaporan sampah, literasi keuangan, sampai pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

BRIDA berkomitmen terus mengakselerasi lahirnya inovasi baru. Orientasi ke depan tidak berhenti di jumlah dan apresiasi, tapi pada kebermanfaatan nyata bagi warga.

“Dengan meningkatnya kuantitas inovasi, diharapkan kualitas pelayanan publik akan lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Sumenep,” tegas Siswahyudi.(itn)

 

FOTO: Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, S. Sos., M. Si (dok.ist) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *