SUMENEP, beritakan.co.id – Menjelang detik-detik keberangkatan, ada satu hal kecil yang bisa jadi masalah besar: rokok.
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, Ahmad Halimi, titip pesan khusus: tolong jangan bawa rokok terlalu banyak.
“Ini demi kelancaran Bapak-Ibu sendiri. Niat kita ibadah, jangan sampai tersandung urusan dunia di bandara. Rokok yang berlebihan pasti disita petugas di Embarkasi. Sayang kalau sudah jauh-jauh berangkat, hati jadi tidak tenang karena ribut urusan koper,” ujar Halimi dengan nada khawatir.
Kenapa dilarang? Aturannya jelas dan berlaku internasional. Saat pemeriksaan di Embarkasi Surabaya, semua barang bawaan akan di-scan ketat. Jika jumlah rokok melampaui batas, langsung diamankan petugas tanpa kompromi. Koper dibuka, waktu terbuang, rombongan bisa tertinggal.
Yang lebih berat, kata Halimi, kalau rokok berlebih itu lolos di Indonesia tapi baru ketahuan saat sudah di Tanah Suci. “Urusannya bisa panjang dan mengganggu kekhusyukan ibadah. Di sana kita tamu, harus patuh aturan tuan rumah.
Jadi lebih baik bawa secukupnya, sesuai ketentuan yang sudah disosialisasikan,” tegasnya.
Berapa batasnya? Sesuai aturan penerbangan dan otoritas Saudi, jemaah hanya boleh membawa maksimal 200 batang atau 1 slop rokok. Lebih dari itu, dianggap pelanggaran.
Untuk musim haji 2026, Sumenep memberangkatkan 1.356 jemaah. Mereka masuk Kloter 77, 78, 79, dan 81. Ada juga 8 jemaah tambahan di Kloter 68, 71, 72, dan 76.
Semuanya pejuang yang sudah menunggu bertahun-tahun.
Seluruh jemaah akan dilepas Senin, 11 Mei 2026 pukul 03.00 dini hari dari GOR A. Yani Pangligur menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. “Mohon datang tepat waktu, jangan sampai tertinggal rombongan” Tegasnya.
Satu lagi pesan Halimi yang tak kalah penting: jaga kesehatan. Makkah sedang panas-panasnya, suhu tembus 40 derajat Celsius. Siang hari terasa menyengat, dehidrasi jadi ancaman nyata.
“Perbanyak minum air putih, jangan kecapekan sebelum waktunya. Kurangi aktivitas berat H-3 keberangkatan.
Fisik yang kuat jadi kunci agar semua rukun haji, dari wukuf sampai tawaf, bisa ditunaikan dengan sempurna,” tutupnya.
Bapak-Ibu sudah berkorban harta, tenaga, dan waktu. Jangan biarkan sebungkus rokok mengurangi kemabruran haji kita. Semoga Allah mudahkan, lancarkan, dan terima seluruh amal ibadah. Aamiin ya Rabbal Alamin. (hfw)
KET. FOTO : Pelepasan, 1.356 CJH Sumenep, Wabup berpesan jaga kekompakan di Tanah Suci.












