SUMENEP, beritakan.co.id – Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Basuki Teguh Yuwono, meninjau langsung situs bersejarah dan pusat seni di Kota Keris, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (15/5/2026). Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pelestarian budaya di Madura.
Didampingi Ketua DPC ISSITA Sumenep, Dr. Naghfir, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi penting yang menjadi warisan budaya Sumenep.
Dr. Naghfir menegaskan bahwa museum memiliki peran lebih besar dari sekadar tempat penyimpanan benda kuno.
“Museum bukan gudang benda kuno. Ia adalah ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami identitas budaya daerahnya,” ujarnya.
Ia menilai perhatian langsung dari Kementerian Kebudayaan RI menjadi dorongan positif bagi Sumenep. Dukungan ini memperkuat upaya masyarakat menjaga nilai sejarah dan budaya lokal yang selama ini menjadi identitas daerah.
“Kami bangga karena Sumenep mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dalam upaya menjaga warisan budaya daerah,” kata Dr. Naghfir.
Rombongan juga mengunjungi Cafe Femary Hills, ruang kreatif yang menjadi wadah anak muda Sumenep untuk belajar dan mengembangkan seni tari tradisional.
Lebih dari sekadar tempat nongkrong, Femary Hills dinilai berperan penting dalam membina generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal di tengah derasnya arus budaya modern.
“Budaya harus hidup di tengah masyarakat. Kalau anak muda sudah cinta dengan seni tari dan tradisi daerahnya, budaya itu pasti akan terus lestari,” tegas Dr. Naghfir.
Direktur Naghfir’s Institute ini menambahkan, kolaborasi adalah kunci menjaga budaya lokal Sumenep. Pelestarian tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat.
“Sumenep memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Merawatnya adalah tanggung jawab bersama agar identitas daerah tetap terjaga,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Basuki Teguh Yuwono. Ia menilai Sumenep memiliki potensi besar dari sisi sejarah dan budaya yang perlu mendapat perhatian lebih serius dalam upaya pelestarian budaya nasional.
“Sumenep memiliki potensi besar dari sisi sejarah dan budaya. Diperlukan upaya bersama dalam pelestarian agar nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan sejarah, budaya, dan tradisi lokal. Pihak Kementerian Kebudayaan menyatakan akan menindaklanjuti hasil tinjauan ini dalam program pelestarian budaya nasional ke depan.(hfw)
KET. FOTO: Stafsus Menteri Kebudayaan RI dan ISSITA Sumenep Bersinergi Lestarikan Warisan Lokal.












