SUMENEP, beritakan.co.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendorong bidan di wilayah kepulauan untuk lebih aktif mendampingi ibu hamil dan bayi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka kematian ibu dan anak di daerah dengan akses kesehatan terbatas.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyebut bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, bidan memiliki peran langsung sejak masa kehamilan, persalinan, hingga nifas.
“Bidan bisa berkomunikasi langsung dengan ibu, mulai dari kehamilan, saat melahirkan, sampai masa nifas,” hal ini disampaikan dr. Erliyati dalam keterangan pada Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan kontribusi bidan sangat besar dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Terlebih di pulau-pulau kecil yang minim fasilitas kesehatan, keberadaan bidan sering jadi harapan utama masyarakat.
“Di daerah dengan akses kesehatan terbatas, bidan kerap menjadi tumpuan. Karena itu penguatan kompetensi dan pemerataan tenaga bidan harus segera dilakukan,” katanya.
Selain menangani aspek medis, dr. Erliyati juga meminta bidan membimbing ibu hamil menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Pendekatan humanis perlu dikedepankan agar edukasi kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.
“Fungsi bidan tidak hanya melakukan tindakan medis, tapi juga mengedukasi agar ibu lebih siap menjalani kehamilan dan persalinan dengan selamat,” jelasnya.
Ke depan, tantangan layanan kesehatan ibu dan anak diprediksi akan semakin kompleks. Karena itu, dr. Erliyati mendorong kerja sama untuk meningkatkan kompetensi bidan agar pelayanan semakin maksimal.(itn)
KET. FOTO: Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr Erliyati, M.Kes (dok.humas)












