SUMENEP, beritakan.co.id – Idul Adha 1447 Hijriah tak hanya menjadi momen ibadah kurban. Hari besar ini juga mengingatkan kita untuk menghidupkan nilai ikhlas, rela berkorban, dan peduli sesama. Di Kabupaten Sumenep, semangat itu nyata terlihat dari para tenaga kesehatan RSUD dr. H. Moh. Anwar.
Saat banyak warga menikmati libur panjang bersama keluarga, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya tetap siaga di garda depan. Mereka memastikan layanan kesehatan di RSUDMA Sumenep tetap berjalan maksimal demi masyarakat.
“Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan. Ini momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan keikhlasan dalam keseharian kita,” ujar Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes.
Menurut dr. Erliyati, semangat berkurban pada Idul Adha mengingatkan para tenaga kesehatan untuk terus menumbuhkan sikap tulus dalam melayani. Pengorbanan, katanya, bukan hanya soal materi, tetapi juga kesiapan mendahulukan orang lain, termasuk saat hari raya tiba.
Karena itu, meski banyak yang mengambil libur, RSUDMA Sumenep tetap memastikan layanan esensial berjalan tanpa jeda. Instalasi Gawat Darurat, bangsal rawat inap, hingga ICU dijaga penuh selama 24 jam. Tujuannya satu: memastikan warga tetap bisa mendapat pertolongan kapan pun dibutuhkan, bahkan di tengah suasana Idul Adha.
Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H, RSUDMA Sumenep juga menggelar penyembelihan hewan kurban sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan. Tahun ini, manajemen menyalurkan sejumlah hewan kurban yang dagingnya didistribusikan kepada pasien kurang mampu, keluarga pasien, serta masyarakat sekitar rumah sakit.
“Semangat kurban menjadi landasan moral bagi seluruh civitas RSUDMA Sumenep untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dengan hati, penuh ketulusan, dan mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” tegas dr. Erliyati.
Dedikasi tenaga medis RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ini menjadi gambaran nyata esensi Idul Adha: berbagi dan merelakan. Nilai kurban tidak berhenti pada hewan sembelihan, tetapi juga tercermin dalam keputusan untuk tetap siaga, merawat, dan mendampingi pasien saat orang lain sedang merayakan hari raya.
Semangat inilah yang menjaga roda pelayanan tetap berjalan. Di balik seragam dan alat medis, ada komitmen memastikan tidak ada warga Sumenep yang merasa sendiri saat membutuhkan pertolongan, berapapun tanggal di kalender.
Idul Adha tahun ini kembali menegaskan bahwa pengabdian di bidang kesehatan adalah bentuk nyata kepedulian. Ketika nilai-nilai kemanusiaan diterjemahkan menjadi tindakan setiap hari, pelayanan publik akan terus hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (itn)
KET. FOTO: Ilustrasi nakes bekerja melayani pasien by meta ai












