SUMENEP, beritakan.co.id – PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda tak lagi menunggu nasabah datang. Bank milik Pemkab Sumenep ini kini aktif “jemput bola” langsung ke pusat-pusat ekonomi warga.
Tim BPRS turun ke keramaian pasar tradisional hingga kantong-kantong usaha masyarakat. Sosialisasi dilakukan tatap muka, bukan sekadar bagi brosur. Tujuannya ganda: memperkenalkan produk sekaligus memastikan warga benar-benar memahami layanan keuangan syariah yang ditawarkan.
Direktur Utama Hairil Fajar menegaskan, pendekatan langsung ini sengaja dipilih untuk mendekatkan jarak antara bank daerah dengan nasabahnya. “Selain edukasi, ini juga cara membangun kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah. Jadi bukan sekadar promosi biasa,” ujarnya.
Langkah lapangan ini didukung penuh oleh internal. BPRS mengapresiasi kinerja karyawan yang aktif saat sosialisasi. Menurut manajemen, semangat tim di lapangan jadi kunci agar produk BPRS dikenal lebih luas.
Program sosialisasi pun digencarkan merata ke semua unit kerja. Cakupannya mulai kantor wilayah daratan, area kepulauan, hingga unit BPRS Bhakti Sumekar yang berada di luar Kabupaten Sumenep. Tujuannya sama: memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak nasabah.
Untuk ekspansi, BPRS memilih jalur non-fisik. Saat ini bank sudah memiliki 5 kantor cabang di Kabupaten Pamekasan yang ditempatkan di titik strategis: pusat kota Pamekasan, Larangan, Tlanakan, Waru, dan Pasean. Rencana pembukaan gedung baru ditahan dulu. Fokusnya kini dialihkan ke pembenahan kualitas layanan di jaringan kantor yang sudah ada.
Strategi ini diperkuat dengan sosialisasi yang makin intensif. Harapannya, keuangan syariah bisa diakses lebih banyak lapisan masyarakat dan BPRS Bhakti Sumekar benar-benar jadi mitra aktivitas ekonomi warga.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan syariah. BPRS Bhakti Sumekar, mitra Anda dalam bermuamalah,” tegas Hairil Fajar menutup.(itn)
KET. FOTO: Bank BPRS Bahkti Sumekar Sumenep (dok. Ilustrasi meta ai)












