Daerah  

Bupati Fauzi Tinjau Budidaya Lele dan Ayam Petelur di Ganding, Dukung Pasokan MBG Sumenep

FOTO: Komitmen dukung ketahanan pangan. Bupati Sumenep tinjau kegiatan budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur warga Bataal Timur, Ganding.(dok/Is)

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal. Komitmen itu dibuktikan langsung oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dengan meninjau kegiatan budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur di Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut juga dihadiri Camat Ganding Abdul Khalid, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sumenep Helmi, perwakilan Dinas Perikanan, serta perangkat Desa Bataal Timur.

Peninjauan dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan masyarakat sekaligus memastikan hasilnya berdampak langsung pada pemenuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di lokasi budidaya ikan lele, Bupati meninjau enam unit kolam yang dikelola kelompok masyarakat. Dalam satu siklus 3 hingga 3,5 bulan, kelompok tersebut mampu memproduksi 1,3 ton ikan lele. Hasil panennya kini disalurkan sebagai bahan baku dapur MBG di wilayah Kabupaten Sumenep.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan kelompok, tapi juga kita integrasikan ke rantai pasok MBG. Permintaannya terus naik, jadi produksi masyarakat harus bisa menjawab,” tegas Bupati Fauzi.

Bupati juga meninjau unit peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 1.000 ekor. Produktivitasnya mencapai 84 persen per hari. Angka itu dinilai punya potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan menyuplai kebutuhan MBG.

Pemkab Sumenep pada tahun ini kembali mengalokasikan bantuan pemberdayaan bagi kelompok masyarakat. Namun fokusnya bergeser dari sekadar pemberian bantuan.

“Tahun ini sasarannya lebih strategis. Kami ingin menguatkan kapasitas usaha agar produktif, mandiri, berdaya saing, dan mampu menjawab dinamika permintaan pasar,” jelas pejabat utama Pemkab Sumenep.

Ketua DPC PDI-P Sumenep menambahkan, skema pemberdayaan saat ini juga menjamin adanya akses pasar. “Tujuannya agar pendapatan pelaku usaha naik dan langsung berdampak pada kesejahteraan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, setiap inisiatif pemberdayaan harus menghasilkan kontribusi ekonomi yang terukur. Jika hasil produksi masyarakat terserap pasar, termasuk untuk MBG, maka akan memicu pergerakan ekonomi di tingkat desa.

Saat ini Pemkab Sumenep memfokuskan penguatan sektor perikanan dan peternakan sebagai pilar ekonomi perdesaan. Strateginya dijalankan lewat kolaborasi pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pemerintah desa.

Dengan pendekatan itu, program pemberdayaan diarahkan pada tiga sasaran: memperkuat ketahanan pangan, menciptakan peluang usaha baru, dan membangun sistem ekonomi desa yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. (Itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *