Daerah  

Progres 48 Gerai Koperasi Merah Putih Sumenep Rampung, 201 Lainnya Masih Dibangun

FOTO: Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh.Ramli meninjau langsung aktifitas di lapangan (dok/beritakan.co.id)

SUMENEP, beritakan.co.id – Wujud fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP di Kabupaten Sumenep mulai terlihat. Setelah 334 unit koperasi resmi terbentuk di seluruh desa dan kelurahan, Pemkab Sumenep kini fokus mengebut pembangunan gerai sebagai pusat kegiatan usaha.

Berdasarkan data Pemkab Sumenep, pembangunan gerai menunjukkan progres signifikan. Dari total target sebanyak 48 gerai, telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan. Sementara 201 gerai lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan hadirnya gerai adalah langkah penting agar koperasi bisa langsung beroperasi dan melayani warga.

“Fokus kami sekarang memastikan koperasi bisa berjalan efektif dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ramli, Rabu 5 Agustus 2026.

Dengan rampungnya 48 gerai dan dikebutnya 201 gerai lain, Pemkab Sumenep menargetkan seluruh 334 KDKMP bisa beroperasi penuh pada akhir 2026. Gerai ini nantinya berfungsi sebagai pusat usaha warga, mulai dari penyaluran sembako dan pupuk bersubsidi, penampungan hasil pertanian, hingga layanan simpan pinjam dengan bunga ringan.

“Harapannya koperasi ini memangkas rantai distribusi, menstabilkan harga, dan menambah pendapatan asli desa,” tambah Ramli.
Untuk memastikan keberlanjutan, Pemkab juga menyiapkan sistem pendampingan dan pengawasan berkala bersama pendamping desa dan auditor internal, agar pengelolaan koperasi berjalan transparan dan akuntabel.

Operasionalisasi KDKMP ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Cakupannya tidak hanya pembangunan gerai, tapi juga pengadaan kebutuhan koperasi hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Selain infrastruktur, Pemkab juga tidak melupakan penguatan dari dalam. Melalui program pendampingan, pemerintah memfasilitasi pelatihan, bimbingan teknis, dan pembinaan berkelanjutan bagi para pengelola koperasi.

“Kami ingin kelembagaan koperasi memiliki kesiapan penuh sebelum menjalankan kegiatan usaha,” jelas Ramli.

Pemkab Sumenep menegaskan pembangunan fisik dan penguatan SDM harus berjalan beriringan. Dengan begitu, operasional 334 KDKMP di Sumenep diharapkan berjalan maksimal, berkelanjutan, dan benar-benar menjadi penggerak ekonomi di wilayah perdesaan.(N.Tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *