Daerah  

Perkuat Ekonomi Desa, Pemkab Sumenep Revitalisasi 3 Pasar Tradisional dan 3 Pasar Hewan

FOTO: Kadiskop UKM Perindag Sumenep, Moh Ramli. Menegaskan komitmen Pemkab revitalisasi 3 pasar tradisional & 3 pasar hewan untuk perkuat ekonomi desa. (dok/beritakan.co.id

SUMENEP, beritakan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelontorkan dana APBD untuk memperkuat sektor perdagangan rakyat. Fokusnya ada dua: revitalisasi pasar tradisional dan reaktivasi pasar hewan agar aktivitas ekonomi di kecamatan berjalan lebih optimal.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menegaskan pasar tradisional merupakan aset publik yang wajib dipelihara pemerintah daerah.

“Pasar merupakan fasilitas umum milik pemerintah daerah. Dengan demikian, penyediaan sarana dan prasarana yang representatif merupakan tanggung jawab kami. Saat ini sejumlah pasar telah ditetapkan sebagai prioritas untuk dilakukan perbaikan dan pembangunan, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing,” ujar Ramli pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Untuk tahun anggaran berjalan, Pemkab Sumenep mengalokasikan dana khusus revitalisasi ke tiga titik pasar tradisional:

1. Pasar Lenteng: Rp370.000.000
2. Pasar Dasuk: Rp322.000.000
3. Pekerjaan urugan Pasar Pragaan: Rp369.000.000

Selain itu, anggaran sekitar Rp100.000.000 disiapkan untuk program reaktivasi pasar hewan di tiga kecamatan, yakni Rubaru, Dasuk, dan Gapura.

Seluruh pembiayaan bersumber penuh dari APBD Kabupaten Sumenep.

Pemerintah juga menjalankan dua program untuk pasar hewan: revitalisasi dan pemeliharaan rutin. Menurut Ramli, pasar hewan masih menjadi pusat perputaran ekonomi, khususnya bagi peternak dan pelaku usaha ternak.

“Pasar hewan masih memegang peranan penting dalam menjaga perputaran ekonomi di daerah. Keberlangsungan operasional pasar perlu terus dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” jelasnya.

Ruang lingkup pemeliharaan meliputi perbaikan atap, plafon, dan fasilitas penunjang lain yang rusak. Perbaikan dilakukan secara selektif berdasarkan kebutuhan riil di lapangan agar anggaran tepat sasaran.

Pemkab menargetkan pasar tradisional tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dengan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman.

Penataan berkelanjutan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pedagang sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapan kami adalah agar pasar tradisional tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkas Ramli.(IF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *