Daerah  

Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026: Bawa Nama Baik Daerah

FOTO: Momen penyematan atribut oleh Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim kepada kontingen Pramuka. Semoga membawa pengalaman, prestasi, dan kebanggaan untuk Sumenep di Jambore Nasional 2026. (dok/beritakan.co.id)

SUMENEP, beritakan.co.id – Menjelang pelaksanaan Jambore Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep melepas kontingen Gerakan Pramuka yang akan mewakili daerah di ajang tingkat nasional tersebut.

Pelepasan dilakukan Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu. Jambore Nasional 2026 rencananya digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar ajang pertemuan Pramuka se-Indonesia. Kegiatan ini disebutnya sebagai momentum penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Jambore ini adalah ruang pembentukan empat nilai utama: kedisiplinan, kemandirian, integritas, dan jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Wabup juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan nama baik Kabupaten Sumenep sebagai prioritas. Ia meminta para anggota Pramuka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga aktif menjaga citra positif daerah di kancah nasional.

“Para adik-adik membawa identitas Kabupaten Sumenep. Oleh sebab itu, tunjukkan sikap santun, junjung tinggi disiplin, dan taati seluruh ketentuan yang berlaku selama kegiatan berlangsung,” tegas KH. Imam Hasyim.

Ia menambahkan, perilaku, etika, dan kedisiplinan peserta selama Jambore akan menjadi tolok ukur penilaian publik. Mengingat kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah, maka sikap setiap anggota kontingen akan turut mencerminkan citra Sumenep.

Selain untuk mengharumkan nama daerah, partisipasi dalam Jambore Nasional juga diharapkan menjadi sarana memperluas wawasan, mempererat persaudaraan antardaerah, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi pribadi dan memperkuat peran dalam pembangunan di Kabupaten Sumenep.

Lebih lanjut, Wabup menginstruksikan agar Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dijadikan pedoman perilaku selama kegiatan di Cibubur. Menurutnya, pengamalan dua kode kehormatan itu merupakan pilar utama dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, KH. Imam Hasyim juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, dan pendamping. Dedikasi mereka dinilai sebagai faktor kunci yang mengantarkan peserta hingga ke tingkat nasional.

“Pencapaian sebuah kontingen tidak datang secara serta-merta. Ini adalah hasil pembinaan yang berkelanjutan, konsisten, dan penuh komitmen,” ucapnya.

Acara pelepasan ditutup dengan ucapan bismillah oleh Wabup. Ia berharap seluruh anggota kontingen kembali ke Sumenep dengan membawa pengalaman, prestasi, dan kebanggaan bagi daerah.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep menuju Jambore Nasional secara resmi saya lepas. Semoga kembali ke Sumenep dengan membawa pengalaman, prestasi, dan kebanggaan bagi daerah,” pungkasnya.

Pemkab Sumenep menegaskan komitmennya menjadikan pembinaan melalui Gerakan Pramuka sebagai investasi jangka panjang. Tujuannya mencetak SDM yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkarakter kuat dan berdaya saing.(N.Tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *