Korban Meninggal Gempa NTT Capai 70 Orang. Aktivitas Gempa Masih Fluktuatif

FOTO: Rumah warga hancur akibat gempa NTT (dok/CNNIndonesia)

NTT, beritakan.co.id – Badan SAR Nasional (BASARNAS) telah mengkompulir data keseluruhan korban Gempa NTT. Hingga hari Senin kemarin, pukul 23.30 WIB tercatat korban mencapai 202 orang dengan rincian 70 orang meninggal dunia sedangkan sisanya mengalami luka-luka baik sedang maupun berat.

Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan data tersebut seharusnya tidak bertambah karena tidak ada lagi laporan dari saudara, tetangga, rekan mereka yang namanya masuk dalam daftar pencarian. Sehingga pihaknya tinggakl fokus membantu pemulihan medis para korban.

“Hari ini kami turut membantu memperkuat tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes. Khususnya di Daerah terdampak cukup besar da sulit dijangkau, seperti di Lamba Leda,” kata Yudhi.

“Hari ini kami turut membantu perkuatan tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes, khususnya di daerah terdampak cukup besar dan sulit dijangkau, seperti di Lamba Leda,” ucapnya.

Meski begitu, pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan aktifitas gempa masih fluktuatif, bahkan aktifitas gempa diperkirakan baru akan mereda pada 2-3 pekan ke depan.

“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas, diperkirakan kondisi ini akan stabil dalam 2-3 minggu ke depan,” katanya.

Gempa yang terjadi pada hari Sabtu (15/8) pagi pukul 04.58.24 WIB itu terjadi sekitar 38 Kilometer di timur laut Mbay. Kabupaten Nagekeo, NTT. Pusat gempa berada di kedalaman 15 KM dengan kekuatan Magnitudo 7.7.

Gempa ini memicu gelombang Tsunami di 10 titik wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. Kemudian ratusan gempa susulan terjadi setelahnya. (red/kon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *