Dinas Koperasi UKM Perindag Sumenep Perkuat Ekonomi Kerakyatan di Madura Culture Fest #4

FOTO: Sinergi untuk UMKM Sumenep. Sekda Agus Dwi Syahputra bersama Kadis KopUKMPerdag Moh Ramli, semangat majukan UMKM lokal, wujudkan ekonomi daerah yang kuat. (dok/DKUPP)

SUMENEP, beritakan.co.id – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep memanfaatkan momentum Madura Culture Festival #4 di Stadion A. Yani Pangligur, 26 Agustus  – 4 September 2026, sebagai ruang untuk mendekatkan program pemberdayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kehadiran dinas di festival budaya terbesar di Madura ini tidak sebatas pameran. Stand dinas dijadikan pusat edukasi, konsultasi, dan promosi produk lokal agar ekonomi kerakyatan di Sumenep tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Sumenep, Moh. Ramli, menegaskan peran strategis koperasi dan UMKM sebagai penopang ekonomi kerakyatan.

“Koperasi adalah fondasi ekonomi di Sumenep. Fungsinya tidak hanya simpan pinjam, tetapi juga menjaga rantai pasok dan menstabilkan harga,” ujarnya.

“Saat harga kebutuhan pokok bergejolak, koperasi hadir melalui operasi pasar dan menyediakan barang dengan harga wajar. Dengan semangat gotong royong dan prinsip jual bersama, beli bersama, koperasi membantu menekan inflasi dari hulu. Ke depan kami juga mendorong koperasi modern yang melek digital agar pasar anggotanya semakin luas.”

Menurut Ramli, kunci kuatnya koperasi ada pada pembinaan yang tidak putus. Dulu Koperasi Wanita Kepanjin dan Marengan Laok hanya memulai dengan modal Rp25 juta. Setelah 10 tahun dibina dalam hal legalitas, tata kelola, dan akses pasar, asetnya kini telah tumbuh melampaui Rp1 miliar.

Kisah serupa juga dialami KPRI dan Kopwan Potre Koning yang saat ini mencatatkan aset hingga miliaran rupiah.

“Artinya koperasi bukan sekadar simpan pinjam. Ketika dikelola dengan serius, koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan desa,” tegasnya.

Untuk mempercepat dampak tersebut, selama 10 hari penyelenggaraan festival Dinas menghadirkan Layanan Satu Pintu bagi koperasi dan UMKM. Masyarakat dan pelaku usaha dapat langsung mengurus berbagai kebutuhan usaha di satu tempat, mulai dari Sertifikat Halal, izin merek, pendampingan legalitas koperasi, Surat Izin Pengguna Pasar, hingga rekomendasi JBT dan JBKB bagi usaha mikro. Layanan tera dan tera ulang alat ukur takar timbang juga diberikan secara gratis.

Ramli menekankan pentingnya kolaborasi. “Dinas tidak bisa jalan sendiri. Kami menggandeng BPJS, BUMN, dan komunitas untuk membina UMKM dari hulu ke hilir.”

Perbedaan tahun ini, kata dia, pelayanan sudah berbasis data. “Setiap pengunjung yang konsultasi langsung kami masukkan ke sistem. Jadi pembinaan berikutnya bisa lebih tepat sasaran dan terukur.”

Ia berharap melalui MCF #4 masyarakat semakin cinta produk lokal dan pelaku usaha semakin percaya diri naik kelas.
“Karena kalau UMKM dan koperasi kuat, maka ekonomi Sumenep juga ikut kuat, harapnya. (N.tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *