Daerah  

Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Kadis DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf Dorong Sinergi SPPG, Uji IPAL dan Penataan Rute ke TPA

Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, A.P., M.Si. (tengah) saat memberikan paparan terkait pengelolaan air limbah dan sampah dalam sosialisasi bersama SPPG di Sumenep beberapa waktu lalu. (dok/Ist)

SUMENEP, beritakan.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan sistem yang tertib, terukur, dan berkelanjutan.

Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP.,M.Si, menyampaikan bahwa langkah strategis ini dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah yang diperkuat, mulai dari koordinator SPPG tingkat kabupaten hingga kecamatan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa parsial. Ini tanggung jawab bersama. Kami memperkuat koordinasi lintas wilayah agar SPPG sejalan dengan sistem pengelolaan lingkungan yang tertib, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Anwar Syahroni Yusuf.

Anwar menjelaskan, untuk memastikan aspek lingkungan berjalan sesuai baku mutu, DLH tidak hanya fokus pada sampah padat, tetapi juga melakukan pemeriksaan kualitas air limbah melalui pengujian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Setiap SPPG wajib memiliki dan mengoperasikan IPAL yang sesuai standar. Kami dari DLH akan melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas air limbahnya secara berkala. Ini penting untuk memastikan limbah yang dibuang ke lingkungan tidak mencemari tanah dan perairan kita, terutama di wilayah padat penduduk,” jelasnya.

Selain pengawasan IPAL, DLH Sumenep juga mendorong penerapan pola pemilahan sampah sejak dari sumber. Dengan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diyakini akan berkurang drastis.

Poin krusial lainnya adalah penataan sistem pengangkutan sampah menuju TPA. DLH tengah menyiapkan penataan rute armada truk sampah hingga ke kecamatan agar lebih terorganisasi, efisien, dan tepat waktu.

“Penataan rute armada ini menjadi kunci agar pengangkutan residu ke TPA terorganisasi dengan baik. Sistem yang tertata ini juga berpotensi mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema retribusi yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Ia mengakui, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang meliputi wilayah daratan dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, solusi adaptif terus dilakukan.

“Untuk di kepulauan, di Sapeken kita sudah mengoperasikan pembakar sampah ramah lingkungan atau Incinerator. Penambahan fasilitas serupa di kecamatan lain, baik di kepulauan maupun daratan, direncanakan tahun mendatang,” ungkapnya.

Dengan sinergi lintas wilayah, pengawasan IPAL, pemilahan sampah, dan penataan rute menuju TPA, DLH Sumenep optimistis pengelolaan lingkungan dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya wilayah yang bersih dan berkelanjutan.

“Harapan kami, sinergi ini menjadi gerakan bersama. Lingkungan yang bersih adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan masa depan Sumenep,” pungkas Anwar.
(Dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *