SUMENEP, beritakan.co.id – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep dalam mengembangkan budaya literasi, penalaran kritis, dan keterampilan berbicara di kalangan siswa kembali membuahkan hasil membanggakan di tingkat nasional.
Tiga siswi terbaik MAN Sumenep dari Kelas XI-A, yakni Azka Aulia Safirotun Nakiyah, Arini Rif’atul Arifah, dan Queena El Kanza Abidah Wafa, berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia pada ajang bergengsi National Competition: Trunojoyo Local Pride BEM KM UTM 2026.
Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan di Gedung Rektorat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, pada Sabtu (31/10/2026), dengan persaingan yang sangat ketat. Tercatat sebanyak 162 tim dari 19 provinsi se-Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi debat tersebut.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan unggul di kancah nasional, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam adu gagasan dan intelektualitas.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Muksin, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya yang mendalam atas prestasi yang diraih anak didiknya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini adalah bukti bahwa siswa-siswi madrasah memiliki daya saing yang luar biasa di tingkat nasional. Mereka mampu membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam akhlak dan ilmu agama, tetapi juga unggul dalam literasi, logika, dan kemampuan berbicara di depan publik,” ujar Zaini Muksin.
Menurutnya, prestasi debat ini sejalan dengan visi besar MAN Sumenep untuk mencetak generasi yang kritis dan solutif.
“Ini adalah buah dari komitmen kami untuk terus mengembangkan budaya literasi dan penalaran kritis. Kami ingin siswa MAN Sumenep tidak hanya pandai membaca teks, tetapi juga pandai membaca realitas, pandai berargumentasi dengan data, dan pandai menyampaikan gagasan dengan santun dan beradab. Kami berharap, setelah ini semakin banyak siswa MAN Sumenep yang berani tampil dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Senada dengan itu, Pembina Tim Debat MAN Sumenep, Heri Budianto dan Hasbi, mengaku sangat bersyukur atas kerja keras timnya. Mereka menyebut, kemenangan ini bukanlah hasil instan.
“Kami sangat bersyukur. Keberhasilan anak-anak ini adalah buah dari kesungguhan, kedisiplinan, kekompakan, kerja keras, dan latihan yang rutin dan konsisten. Hampir setiap hari mereka berlatih riset isu, menyusun argumen, dan melatih public speaking,” ungkap Heri Budianto.
Hasbi menambahkan, pembinaan debat di MAN Sumenep memang terus ditingkatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari ekstrakurikuler unggulan.
“Debat adalah cara terbaik untuk melatih anak berpikir kritis, cepat, dan sistematis. Kami di MAN Sumenep terus mengintensifkan pembinaan debat, karena dari sinilah lahir pemimpin masa depan yang mampu berbicara dengan ilmu dan mendengarkan dengan empati. Azka, Arini, dan Queena telah menunjukkan teladan itu,” pungkasnya.
Dengan capaian Juara 2 Nasional ini, MAN Sumenep kembali menegaskan eksistensinya sebagai madrasah berprestasi yang mampu melahirkan generasi literat, kritis, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan kebangsaan.
(Nt)












