SUMENEP, beritakan.co.id, Dosen Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Ahmad Shiddiq membagikan pengalaman tentang tantangan menyelesaikan tugas akhir bagi seorang mahasiswa.
Tugas akhir seperti skripsi, tesis maupun disertasi, menurut alumni UINSA Surabaya itu memiliki tantangannya tersendiri. Tahapan demi tahapan akan terasa berat dilalui seperti munculnya rasa jenuh, hilangnya semangat dalam merangkai paragraf demi paragraf, yang pada akhirnya membuat mahasiswa terasa berat untuk kembali melanjutkan naskah.
“Satu kata kunci yang menentukan adalah fokus,” Katanya dalam sebuah unggahan di sosial medianya, Kamis (2/7)
Ia membagikan pengalaman saat mengerjakan skripsi dan tesis, dimana seluruh perhatiannya saat itu ia fokuskan hanya untuk menuntaskan tugas akhirnya sebagai mahasiswa S1 dan S2. Tidak ada kesibukan lain selain membaca dan menulis. Sementara aktifitas lainnya seperti kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus ia hentikan demi fokus pada tugas akhir.
Tapi berbeda ketika dirinya mengerjakan disertasi, saat dimana kesibukannya tidak bisa lagi hanya untuk membaca dan menulis. Ada tanggungjawab lain yaitu keluarga yang mesti ia perhatikan. Rasa lelah, jenuh terus menghampiri, tetapi pada akhirnya mampu dituntaskan karena fokus pada tahapan demi tahapan. Walau sedikit demi sedikit, halaman demi halaman pada akhirnya mampu ia tuntaskan.
“Dari dua pengalaman yang berbeda itu, saya belajar satu hal penting. Menyelesaikan tugas akhir bukan hanya sekedar kecerdasan intelektual. Lebih dari itu, tugas akhir menguji kesabaran, konsitensi dan kamampuan seseorang untuk tetap fokus di tengah berbagai kesibukan hidup,” tegasnya memotivasi. (Itn)
FOTO: Dosen UPI Sumenep, Ahmad Shiddiq saat mendampingi salah seorang mahasiswa presentasi tugas akhir. (Dok./ahmad shiddiq












