SUMENEP, beritakan.co.id – Menjelang tahun pelajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Al-Madinah Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, menggelar “Madrasah Educator Development Program (MEDP)”, Senin (7/7). Program ini bertujuan memperkuat kompetensi guru sebagai kunci peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Kegiatan ini menghadirkan Pakar Pengembangan Sekolah Dasar dan Menengah sekaligus Dosen Universitas PGRI Sumenep, Dr. Ahmad Shiddiq. Sebagai pemateri, alumni UIN Sunan Ampel itu dmemaparkan topik materi “Menjaga Etos Kerja Guru yang Profesional dan Berkompetensi”.
Dalam pemaparannya, Shiddiq, sapaan akrabnya menekankan pentingnya mutu sebuah sekolah ditentukan oleh mutu pembelajaran di dalam kelas. Untuk itu, seorang guru wajib menguasai empat kompetensi dasar.
“Ada empat kompetensi yang harus dan betul-betul dikuasai oleh seorang guru. Pertama, Kompetensi Pedagogik. Kedua, Kompetensi Sosial. Ketiga, Kompetensi Kepribadian. Dan keempat, Kompetensi Profesional,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan amanah yang mulia. “Menjadi guru bukan persoalan uang atau materi, tapi amanah. Karena tidak semua orang dapat menerima amanah itu. Tidak semua orang menjadi guru. Guru adalah tugas mulia,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MI Al-Madinah, Sugiyono, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan langkah strategis sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Peningkatan kompetensi guru adalah hal yang harus kita lakukan. Kualitas proses belajar mengajar tidak bisa kita serahkan pada kebetulan. Semuanya harus dibangun melalui persiapan yang matang,” katanya.
Di akhir kegiatan, Sugiyono mengajak seluruh dewan guru MI Al-Madinah melakukan foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui MEDP ini, ia juga berharap para guru dapat mengimplementasikan keempat kompetensi tersebut sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah. (Kon/AS)
FOTO UTAMA: Dr. Ahmad Shiddiq, saat menyampaikan materi (dok./beritakan/kon/AS)












