Siswa MAN Sumenep Buktikan Diri, Lailatu Jadi Paskibraka Jatim dan Raih Apresiasi Gubernur Khofifah

FOTO: Lailatu, Paskibraka Jatim 2026 dari MAN Sumenep, menerima apresiasi Gubernur Khofifah. (dok/MAN Sumenep)

SUMENEP, beritakan.co.id – Nama Madrasah Aliyah Negeri di Sumenep kini ikut harum di tingkat provinsi. Itu berkat dedikasi Lailatu Nuzulil Qur’aini, siswi MAN Sumenep yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Jawa Timur 2026.

Atas pengabdiannya, Lailatu mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan diserahkan pada Senin, 17/8/2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangkaian acara Apresiasi dan Pembubaran Desa Bahagia Paskibraka Jawa Timur.

Penunjukan Lailatu memiliki makna lebih dari sekadar prestasi pribadi. Ia tampil mewakili Madrasah Aliyah se-Kabupaten Sumenep di barisan pengibar bendera tingkat provinsi. Capaian ini sekaligus mematahkan stigma bahwa siswa madrasah tidak bisa bersaing di ajang bergengsi.

Bagi keluarga besar MAN Sumenep, Lailatu kini menjadi kebanggaan. Kerja keras dari madrasah terbukti mampu mengantar siswanya ke panggung provinsi.

Menjadi anggota Paskibraka Jawa Timur bukan hanya soal bangga mengenakan seragam. Di balik itu ada proses panjang yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan mental, tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen.

Bagi Lailatu, momen di Grahadi bukan sekadar seremoni. Itu menjadi bukti nyata bahwa siswa dari ujung timur Pulau Madura mampu membawa nama madrasah ke tingkat Jawa Timur.

Prestasi Lailatu juga mendapat perhatian khusus dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid.

Ia menilai capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama.
“Baik bagi MAN Sumenep maupun keluarga besar Kemenag dan seluruh Madrasah Aliyah di Kabupaten Sumenep,” ujarnya, Rabu 19/8/2026.

Menurut Abdul Wasid, prestasi ini punya arti lebih dari sekadar kemenangan individu. Ini adalah bukti nyata pembinaan di madrasah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tapi juga disiplin, berani, dan berkarakter kuat.

“Ini bukan hanya milik MAN Sumenep. Ini juga kebanggaan besar bagi seluruh keluarga Kemenag Sumenep dan semua Madrasah Aliyah se-Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Ia berharap kisah Lailatu tidak berhenti di plakat dan sertifikat. Prestasi ini diharapkan bisa menginspirasi ribuan siswa madrasah lain di Sumenep untuk berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

Untuk Kemenag Sumenep, ini menjadi energi positif yang menguatkan keyakinan bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul.

Sementara bagi MAN Sumenep, kehadiran Lailatu menjadi pemicu untuk terus melahirkan lebih banyak siswa berprestasi.

Lebih luas lagi, kiprah Lailatu membuktikan pendidikan madrasah tidak berhenti di nilai akademik. Nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kebangsaan, dan pengabdian juga ditempa. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Dengan torehan ini, pesan yang ingin disampaikan jelas: siswa madrasah harus berani bermimpi, disiplin, percaya diri, dan terus mengembangkan potensi agar mampu tampil dan membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.(N.tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *