Ketua AMPB: Sekelas Bank Aja Bisa Dikendalikan Penguasa

FOTO: Supriyono alias Botok menunjukkan rekeningnya di blokir kepada awak media (dok/ss fb sebuah peristiwa)

JAKARTA, beritakan.co.id – Bank Mandiri baru-baru ini melakukan pemblokiran rekening menjelang aksi unjuk rasa tanggal 27 Agustus 2026 oleh Aliasni Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Pemblokiran yang dilakukan dengan dalih perintah aparat penegak hukum (APH), yang kemudian dibantah oleh APH sebagai penundaan transaksi itu membuat Ketua AMPB, Supriyono alias Botok geram.

Ia menyayangkan sikap penguasa yang memblokir rekening pribadinya yang berisi uang pribadi dan donasi untuk kepentingan menyampaikan aspirasi.

“Uang pribadi saya, dan uang donasi dari temen-temen  80juta sembilan ratus sekian juga diblokir,” katanya kepada media.

“Ini bentuk kedoliman penguasa karena rekening itu kan pribadi ya, kok bisa,” lanjut Botok dengan nada heran.

Ia tidak menyangka, perbankan sekelas Bank Mandiri bisa begitu saja dikendalikan oleh penguasa untuk kepentingan politik.

“Sekelas bank saja bisa dikendalikan oleh penguasa, kita bukan teroris, kita bukan pelaku kiriminal. teman-teman disini ini datang ke jakarta itu untuk mengawal aspirasi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Sementara pengamat perbankan sekaligus dosen Binus University, Dody Ariefianto mengatakan prosedur pemblokiran pihak perbankan pada dasarnya sama. Bank hanya menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya permasalahan yang seharusnya menjadi perhatian bukan pada bagaimana bank memblokir, tapi apa alasan dari perintah pemblokiran itu.

“Prosedur blokir itu kurang lebih sama diantara bank. Isu sebenarnya sebenarnya bukan bagaimana bank memblokir, tapi itu perintah tersebut datang dari APH apa? dalam konteks apa?” kata dody sebagaimana dikutip kompas.com, Senin (24/08) (red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *