FOTO: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (dok/Bappeda)
SUMENEP, beritaikan.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan peningkatan mutu pendidikan sebagai agenda utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Komitmen itu dirumuskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda melalui serangkaian kebijakan strategis.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, menegaskan strategi yang disusun tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.
“Upaya perbaikan juga diarahkan pada pemenuhan sarana dan prasarana belajar,” ujar Arif. Menurutnya, pemenuhan fasilitas penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang layak dan menunjang efektivitas proses pembelajaran bagi peserta didik.
Arif menekankan, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Pendekatannya mencakup tiga pilar utama: pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta penumbuhan budaya literasi.
“Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya sarana belajar, tetapi juga kapasitas tenaga pendidik dan budaya literasi,” ujarnya.
Untuk pilar tenaga pendidik, Pemkab mendorong para guru terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan. Tujuannya agar proses pembelajaran lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Sumenep menargetkan lahirnya sumber daya manusia yang berkompetensi, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan.
“Sektor pendidikan akan terus menjadi fokus perhatian kami dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan,” kata Arif.
Melalui penguatan sektor pendidikan secara holistik ini, Pemkab Sumenep berharap sistem pendidikan di daerah tidak hanya memiliki mutu lebih tinggi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.(EG)












