FOTO: Ketua DPC Demokrat, Indra Wahyudi serahkan hadiah untuk pemenang Lomba Rakyat Demokrat Sumenep. (dok/beritakan.co.id)
SUMENEP, beritakan.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Sumenep menutup rangkaian Lomba Rakyat 2026 di Lapangan Adi Rasa, Desa Kalianget Timur, Senin 25/8/2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 Agustus 2026, digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-25 Partai Demokrat.
Penutupan dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, H. Indra Wahyudi. Ratusan warga dari berbagai kelompok usia di Kalianget Timur dan sekitarnya memadati lapangan sejak hari pertama.

Beragam lomba tradisional dipertandingkan. Di antaranya tarik tambang, lari kelereng, nyoon gendeng, dan balap karung. Panitia sengaja memilih permainan rakyat agar nilai kebersamaan, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah tetap hidup di tengah generasi sekarang.
Dalam sambutannya, H. Indra Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat. Ia menegaskan tujuan utama kegiatan bukan soal menang kalah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Hal yang terpenting bukan semata-mata kemenangan, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjunjung tinggi sportivitas, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan,” ujar Indra.
Ia menambahkan, melalui kegiatan sederhana ini partai ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah hasil kerja bersama. “Semangat itu harus terus dijaga dan diwariskan,” katanya.
Lebih lanjut Indra menyebut, Lomba Rakyat merupakan bagian dari strategi kelembagaan agar Demokrat terus hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, peran partai politik tidak terbatas pada ranah politik, tetapi juga membangun kohesi sosial di tingkat akar rumput.
Pemilihan Lapangan Adi Rasa sebagai lokasi dimaksudkan agar akses warga lebih luas dan suasana perayaan dapat dirasakan secara terbuka. Selama tiga hari, kegiatan berlangsung tertib dan meriah.
DPC Demokrat Sumenep berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat dilanjutkan melalui program kemasyarakatan lain. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter,” tutup Indra.(N.tea)












