Daerah  

BRIDA Sumenep di Madura Culture Festival#4: Ubah Riset Jadi Solusi Nyata untuk UMKM dan Ekonomi Lokal

FOTO: Kehangatan MCF#4 bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala BRIDA Sumenep Siswahyudi Bintoro di Stand BRIDA. (dok/BRIDA)

SUMENEP, beritakan.co.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep hadir di ajang Madura Culture Festival #4 dengan membawa misi besar: memperkenalkan hasil riset dan inovasi daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui stand interaktifnya, BRIDA menampilkan produk unggulan daerah hingga jurnal ilmiah KARATON sebagai bukti bahwa riset di Sumenep tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi sudah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, S. Sos., M. Si menyampaikan bahwa keikutsertaan BRIDA dalam MCF#4 memiliki dua tujuan utama.

“Partisipasi BRIDA Sumenep dalam Madura Culture Festival 4 ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperkenalkan hasil riset dan inovasi daerah kepada masyarakat luas.
Kedua, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami ingin menegaskan bahwa riset dan inovasi bukan hanya kerja di laboratorium atau di atas kertas. Ketika dikolaborasikan, riset dan inovasi bisa melahirkan solusi nyata untuk persoalan di lapangan dan menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Terkait inovasi yang ditampilkan, Bintoro menjelaskan bahwa stand BRIDA memamerkan berbagai hasil riset dan produk unggulan yang lahir dari potensi lokal Sumenep.

“Di stand BRIDA kali ini kami menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi daerah, termasuk produk-produk unggulan yang lahir dari potensi lokal Sumenep. Selain itu kami juga menampilkan Jurnal KARATON, yaitu Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep. Ini adalah bukti bahwa penelitian di Sumenep sudah terdokumentasi secara ilmiah dan siap diaplikasikan. Harapan kami, masyarakat bisa melihat langsung bahwa riset dan inovasi yang lahir di Sumenep tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi sudah menjadi produk, layanan, dan solusi yang memberi manfaat serta menguatkan potensi daerah,” jelasnya.

Bintoro juga menekankan peran strategis BRIDA dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing.

“Peran BRIDA adalah menjadi jembatan antara hasil riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat dan UMKM. Kami mendorong UMKM Sumenep untuk naik kelas. Tidak hanya memproduksi, tetapi juga memperbaiki kualitas produk, desain kemasan, pemanfaatan teknologi, strategi pemasaran, dan nilai tambah berbasis riset. Saat ini kami juga mendorong digitalisasi UMKM. Mulai dari promosi melalui media digital, pemasaran online, hingga penggunaan teknologi sederhana untuk efisiensi produksi. Dengan pendekatan ini, kami optimis produk UMKM Sumenep bisa bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar regional dan nasional,” tegasnya.

Menatap ke depan, BRIDA memfokuskan risetnya pada isu-isu strategis pembangunan daerah.
“Ke depan, fokus riset BRIDA akan diarahkan pada isu-isu strategis pembangunan daerah. Mulai dari ketahanan pangan, ekonomi biru dan potensi kelautan, energi terbarukan, pariwisata berbasis budaya, hingga penguatan ekonomi kreatif dan UMKM. Prinsip kami sederhana: riset harus berdampak. Tidak boleh berhenti di tataran penelitian, tetapi harus turun menjadi kebijakan, program, dan produk yang meningkatkan daya saing daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Di akhir, Bintoro menitipkan pesan khusus kepada masyarakat dan generasi muda Sumenep.

“Pesan saya kepada seluruh masyarakat dan generasi muda Sumenep: mari kita mulai membangun budaya riset dan inovasi dari hal-hal kecil di sekitar kita. Jangan takut mencoba. Jangan takut gagal. Setiap masalah adalah pintu masuk untuk melahirkan solusi. Tapi ingat, riset dan inovasi tidak bisa jalan sendiri. Ia harus dibangun bersama melalui kolaborasi multipihak: pemerintah, kampus, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Jika budaya ini tumbuh, saya yakin Sumenep akan melahirkan lebih banyak inovator lokal yang mampu menjawab tantangan zaman dan mengangkat nama daerah kita.” tutupnya. (EG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *