Borong Tiga Penghargaan FESyar Jatim 2026, Sumenep Kukuhkan Diri Sebagai Motor Ekonomi Syariah Jawa Timur

Memborong 3 penghargaan di FESyar Jatim 2026 Surabaya, Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim menerima langsung penghargaan dari Wabup Jatim Emil Elestianto Dardak. Kado manis jelang Hari Jadi Sumenep ke 757.(dok/Prokopim)

SUMENEP, beritakan.co.id – Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa Timur 2026 yang digelar akhir September lalu, Sumenep sukses menyapu bersih Juara 1 di tiga kategori sekaligus, yakni Kategori Wakaf, Keuangan Mikro Syariah, dan Inklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah.

Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pada puncak gelaran FESyar Regional Jawa Timur 2026 di Surabaya.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep Salamet Supriadi.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi syariah di Jawa Timur melalui program-program yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang hadir langsung menerima penghargaan tersebut, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen.

“Alhamdulillah, ini menjadi kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757. Prestasi ini bukan sekadar trofi, melainkan validasi bahwa ikhtiar kita membangun ekosistem ekonomi syariah yang rahmatan lil alamin di Sumenep berada di jalur yang benar. Ini harus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih ikhlas melayani masyarakat,” ujar Wabup Imam Hasyim.

Ia menambahkan, keunggulan Sumenep terletak pada sinergi yang kuat antara pemerintah, pesantren, pelaku UMKM, dan lembaga keuangan syariah.

“Ekonomi syariah adalah masa depan Sumenep. Dengan potensi wakaf produktif dan UMKM berbasis pesantren yang luar biasa, kita ingin memastikan ekonomi syariah tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Salamet Supriadi, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan memborong tiga kategori tersebut adalah konsistensi dan kolaborasi program.

“Tiga penghargaan ini saling berkaitan. Penguatan literasi wakaf produktif mendorong tumbuhnya keuangan mikro syariah yang sehat, dan pada akhirnya meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah di daerah. Ini bukti roadmap ekonomi syariah yang digagas Bapak Bupati dan Wabup berjalan sistematis,” jelas Salamet.

“Prestasi ini harus menjadi pelecut untuk mendorong sinergi dan kolaborasi syariah lintas sektor bersama seluruh stakeholder agar semakin kuat. Target kita bukan hanya penghargaan, tapi bagaimana keuangan syariah bisa menjadi solusi permodalan yang mudah, halal, dan memberdayakan bagi UMKM di Sumenep,” pungkasnya.

Dengan raihan tiga trofi ini, Kabupaten Sumenep dinilai berhasil menjadi role model pengembangan ekonomi syariah daerah yang tidak hanya berorientasi pada seremonial, namun mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(Nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *