SUMENEP, beritakan.co.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan santri memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan sekaligus menjadi penjaga moral bangsa di tengah tantangan zaman.
Penegasan itu disampaikan saat menjadi pembina Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).
Apel dengan tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu dihadiri lengkap Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Forkopimda, perwakilan Polresta Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, Kejaksaan, PN Sumenep, DPRD, Rutan Kelas IIB, seluruh Kepala OPD, serta ribuan santri, ormas Islam, mahasiswa, dan elemen masyarakat.
Pesan Tiga Kunci Bupati untuk Santri Sumenep:
Dalam amanatnya, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan tiga pesan kunci yang harus dipegang teguh santri Sumenep.
1. Jangan Berhenti Menuntut Ilmu.
“Teruslah menuntut ilmu, jangan pernah berhenti belajar. Jadikan ilmu agama sebagai landasan kehidupan dan ilmu pengetahuan umum sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan diri. Santri hari ini tidak boleh hanya paham kitab kuning, tapi harus melek teknologi dan siap bersaing di kancah global,” tegas Bupati.
2. Jaga Akhlak, Muliakan Orang Tua.
Menurutnya, akhlak adalah mahkota santri. Kepintaran tanpa akhlak akan berbahaya.
“Menjaga akhlak, muliakan orang tua, sayangi sesama. Di tengah derasnya arus media sosial dan degradasi moral, santri harus tampil sebagai penyejuk dan perekat persaudaraan,” ujarnya.
3. Perkuat Kemandirian dan Kewirausahaan.
Pesan ketiga adalah kemandirian. Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi.
“Santri harus berani menjadi pengusaha, menciptakan lapangan kerja. Mandiri secara ekonomi, kuat secara mental, kaya secara ilmu. Inilah esensi santri yang menguatkan negeri. Pemkab Sumenep akan terus mendukung melalui pelatihan wirausaha dan penguatan ekonomi syariah berbasis pesantren,” ungkap Cak Fauzi.
Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep, Abd. Said, S.Sos. I.,M.Si. menegaskan Hari Santri bukan sekadar seremoni.
“Hari Santri adalah pengingat sejarah, bahwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 adalah bukti nyata kontribusi santri untuk negeri. Sumenep dengan ratusan pesantren di daratan dan kepulauan adalah modal sosial luar biasa. Ketika santrinya kuat, maka Sumenep akan unggul, mandiri dan sejahtera,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus bersinergi memperkuat pendidikan keagamaan yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pemkab berharap melalui momentum ini, santri siap mengambil bagian aktif dalam pembangunan daerah dan nasional, dengan tetap berpegang teguh pada nilai keagamaan dan semangat kemandirian menuju Indonesia Emas 2045.
(Dv)












