SUMENEP – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus dibuktikan. Salah satunya melalui kisah inspiratif Fauzi, Agen BRILink di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
Jauh dari hiruk-pikuk kota, kios sederhana milik Fauzi kini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat. Tak disangka, pria yang kini melayani 50 hingga 60 transaksi per hari itu adalah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah merantau ke Malaysia pada periode 2018-2020.
Tahun 2020 menjadi titik balik hidup Fauzi. Berbekal tabungan dan semangat membangun kampung halaman, ia jeli melihat peluang di tengah keterbatasan akses perbankan di Kangean, di mana hampir 100 persen warga merupakan nasabah BRI.
“Saya melihat hampir 100% penduduk di sini adalah nasabah BRI yang membutuhkan layanan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk layanan perbankan. Saya pun memberanikan diri menjadi BRILink Agen pada tahun 2020,” ungkap Fauzi.

Kiosnya yang buka pukul 07.00 hingga 17.00 WIB itu kini menjelma menjadi kantor bank mini. Layanan yang diberikan lengkap, mulai dari tarik tunai, transfer sesama dan antar bank, hingga pembayaran berbagai tagihan.
Lebih dari sekadar bisnis, kehadiran Fauzi memangkas jarak dan biaya bagi pelaku UMKM, pedagang, pegawai, hingga lansia. Ia pun pernah diuji integritasnya saat tanpa sengaja memberikan kelebihan uang Rp 10 juta kepada nasabah, yang kemudian dikembalikan dengan jujur oleh nasabah tersebut.
“Alhamdulillah nasabahnya jujur mau mengembalikan langsung ke saya, padahal saya tidak tahu uang saya terbayar lebih,” kenang Fauzi.
Branch Manager BRI Branch Office Sumenep, Ali Topan, menegaskan kisah Fauzi adalah cerminan nyata dari keberhasilan strategi BRI dalam menjangkau masyarakat kepulauan.
“Kisah Fauzi di Pulau Kangean adalah bukti bahwa inklusi keuangan yang kami perjuangkan telah berjalan hingga pelosok. Mantan pekerja migran yang kembali membangun desanya sendiri adalah pahlawan ekonomi yang kami dukung penuh. BRI terus meningkatkan peran dan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan, baik di wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan,” tegas Ali Topan.
Ia mengungkapkan kekuatan jaringan BRI di Sumenep saat ini sangat masif dan menjadi ujung tombak pelayanan.
“Saat ini di Sumenep sendiri terdapat 895 BRILink Agen aktif yang tersebar di berbagai lokasi, daratan dan kepulauan. Ini merupakan komitmen nyata BRI Sumenep dalam menghadirkan solusi keuangan yang efisien, terjangkau, dan mudah diakses bagi semua masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Sumenep, Dennys, menambahkan model bisnis BRILink telah menciptakan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.
“Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ujar Dennys.
“Agen seperti Fauzi ini bukan sekadar perpanjangan tangan bank, melainkan agent of change. Dia menggerakkan UMKM, menjaga perputaran uang tetap di dalam pulau, dan inilah wujud ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Kisah Fauzi pun menjadi bukti bahwa kesejahteraan tidak harus dicari di negeri orang. Dengan kejelian dan kemitraan yang tepat bersama BRI, seorang mantan perantau mampu menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus penggerak ekonomi di tanah kelahirannya sendiri.
(Dv)












