SUMENEP, beritakan.co.id – DiskopUKMPerindag Sumenep menggelar Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Kapasitas UMKM melalui Legalitas Usaha, Branding Produk, dan Digital Marketing, Rabu 15 Oktober 2026.
Sebagai bentuk komitmen pemerataan ekonomi, kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM perempuan yang berasal dari wilayah Kepulauan Sumenep.
Kegiatan dibuka Kepala DiskopUKMPerindag Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos.,M.Si. Ia menegaskan, kehadiran peserta dari kepulauan merupakan bentuk komitmen afirmatif pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di daratan, melainkan menjangkau hingga pulau terluar.
“UMKM memiliki peran strategis, dan ibu-ibu pelaku usaha dari kepulauan ini adalah penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga produk unggulan lokal Sumenep. Potensinya sangat besar, mulai dari olahan hasil laut, kuliner khas, hingga kerajinan,” ujar Moh. Ramli.
Menurut Moh. Ramli, ada tiga aspek kunci yang harus diperkuat bagi UMKM kepulauan.

“Pertama legalitas usaha. NIB, sertifikat halal, izin edar itu fondasi. Dengan legal, UMKM perempuan kepulauan lebih mudah dapat pembinaan, kemitraan, dan akses pembiayaan,” tegasnya.
“Kedua branding. Branding bukan sekadar logo, tapi membangun identitas dan kepercayaan konsumen. Gali keunggulan produk lokal kepulauan sebagai nilai tambah agar mampu bersaing di pasar regional hingga ekspor,” imbuh Ramli.
“Ketiga digital marketing. Pelaku usaha dari kepulauan tidak boleh tertinggal. Harus manfaatkan media sosial dan marketplace untuk memangkas jarak geografis. Digital marketing bukan sekadar upload foto produk, tapi harus mampu buat konten menarik dan konsisten,” paparnya.
Sementara Kabid Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro DiskopUKMPerindag, Yuliana, S.E., M.Si menegaskan pendampingan akan berlanjut secara khusus untuk peserta kepulauan.
“Arahan Kadis jelas, harus ada hasil nyata. 25 peserta perempuan dari kepulauan ini akan kami dampingi intensif sampai tuntas. Targetnya setelah pelatihan, mereka wajib memiliki NIB, identitas produk yang lebih baik, dan mampu praktik jualan online agar produk kepulauan bisa dikenal luas,” ujarnya.
Moh. Ramli berharap pelatihan ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi kepulauan berbasis perempuan pelaku usaha.
“UMKM Sumenep harus semakin legal, produknya semakin dikenal, pemasarannya semakin luas, dan usahanya semakin naik kelas. Khususnya ibu-ibu hebat dari kepulauan, kami ingin produknya naik kelas dan ekonominya semakin berdaya,” pungkasnya.
(Nt)












