Dinkes P2KB Sumenep Gelar Skrining PTM di SMK Kesehatan, Bidik Deteksi Dini Sejak Remaja

FOTO: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana saat menggelar sosialisasi dan skrening PTM Prioritas di SMK Kesehatan Sumenep (dok/DinkesP2KB)

SUMENEP, beritakan.co.id – Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, hingga gangguan jiwa. 5 Penyakit Tidak Menular ini mulai dicegah sejak bangku sekolah untuk memangkas beban rumah sakit 15 tahun ke depan.

Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep memulai langkah itu dengan menggelar Sosialisasi dan Skrining PTM Prioritas di SMK Kesehatan Sumenep. Sebanyak 170 guru dan siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung Senin (4/8/2026) pukul 08.00 – 11.00 WIB.

FOTO: Para Siswa SMK Kesehatan tampak antusias mendengarkan materi sosialisi (dok/DinkesP2KB)

Kepala Dinkes P2KB Sumenep dr. Ellya Fardasah melalui tim tenaga kesehatan menyampaikan, remaja merupakan kelompok rentan terpapar faktor risiko PTM.

“Remaja adalah kelompok rentan. Kalau faktor risiko PTM seperti merokok, pola makan tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik tidak kita cegah dari sekolah, maka 10-15 tahun ke depan bebannya akan ke puskesmas dan RS,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali materi 5 PTM Prioritas yaitu diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, kanker, dan gangguan kesehatan jiwa (Keswa).

Usai sosialisasi, tim kesehatan melakukan skrining meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, dan Indeks Massa Tubuh (IMT).

SMK Kesehatan dipilih sebagai sekolah pertama karena para siswanya merupakan calon tenaga kesehatan. Dinkes P2KB berharap mereka dapat menjadi agen penyebar gaya hidup sehat.

“Dari hasil skrining awal, data akan kami rekap dan serahkan ke pihak sekolah. Siswa yang teridentifikasi berisiko akan dipantau lebih lanjut melalui UKS,” kata tim nakes Dinkes P2KB Sumenep.

Kepala SMK Kesehatan Sumenep menyambut baik kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” katanya.

Dinkes P2KB Sumenep menargetkan program serupa menyasar sekolah lain di Sumenep hingga akhir 2026. Ini merupakan bagian dari strategi pengendalian PTM dan penguatan kesehatan jiwa di Kabupaten Sumenep. (N.Tea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *