FOTO: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid. (dok/beritakan.co.id)
SUMENEP, beritakan.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menjadikan momentum kemerdekaan untuk memperkuat kedaulatan pangan.
Menurut DKPP, kemerdekaan sejati petani adalah saat terbebas dari krisis air dan kelangkaan pupuk, punya akses modal adil, serta harga panen yang stabil.
“Kedaulatan pangan terwujud saat Sumenep tidak lagi bergantung pada pasokan luar daerah, termasuk wilayah kepulauan,” kata Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid.
DKPP menggenjot perluasan Luas Tambah Tanam dan menaikkan Indeks Pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 300 lewat program pompanisasi. Brigade Pangan juga dibentuk sebagai garda depan percepatan tanam.
Komoditas utama yang ditekankan adalah padi dan jagung. Selain itu, DKPP juga mengembangkan hortikultura seperti bawang merah, cabai, pisang, serta perkebunan tembakau, kelapa, dan jambu mente.
4 Strategi Kesejahteraan Petani
1. Penguatan Kelembagaan: Mendorong petani naik kelas jadi pengusaha tani
2. Akses Pasar: Kerja sama dengan Bulog agar harga tidak anjlok saat panen raya
3. Bantuan Hulu: Benih unggul gratis dan pupuk bersubsidi tepat sasaran
4. Modernisasi: Efisiensi lewat Alsintan dan teknologi pertanian
Tiga tantangan utama: keterbatasan air, distribusi pupuk, dan wilayah kepulauan. Solusinya lewat pompanisasi, optimalisasi pupuk organik, dan penguatan buffer stock di kepulauan.
DKPP juga mendorong petani milenial dengan hidroponik dan smart farming. Masyarakat diminta mendukung dengan konsumsi pangan lokal dan mengurangi food waste.
“Tetaplah berbangga menjadi pahlawan pangan daerah. Pemkab akan terus hadir mendampingi petani,” tutup Chainur.(N.tea)












