Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (dok/ist)
SUMENEP, beritakan.co.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan penanganan stunting menjadi agenda prioritas yang menentukan kualitas masa depan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo dalam pertemuan bersama BKKBN Jawa Timur membahas percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sumenep.
Menurut Bupati, pembahasan meliputi empat agenda krusial, yakni percepatan penanganan stunting, peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB), penguatan program pembangunan keluarga, serta program kependudukan dan keluarga berencana.
“Stunting sangat penting, menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan kami dengan BKKBN Jawa Timur,” ujar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati Fauzi menekankan, penanganan stunting tidak bisa dikerjakan satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid dan terukur di lapangan.
Kolaborasi tersebut melibatkan kader posyandu, penyuluh KB, tenaga kesehatan, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai garda terdepan memastikan pendampingan berjalan.
“Membutuhkan kolaborasi lintas sektor, kader, penyuluh, tenaga kesehatan, tim pendamping keluarga atau TPK. Memastikan pendampingan berjalan di lapangan,” tegasnya.
Orang nomor satu di Sumenep itu menyebut, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan gambaran masa depan sumber daya manusia.
“Ini adalah bagian dari gambaran masa depan bagaimana anak cerdas kita siapkan untuk Generasi Emas 2045,” katanya.
Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak.
“Kualitas generasi mendatang harus dipersiapkan sejak awal kehidupan. Pencegahan stunting harus dari masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Pemkab Sumenep berkomitmen memperkuat intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi keluarga berisiko stunting.(itn)












