Daerah  

Inspektur Sumenep: Batik Adalah Filosofi Integritas dan Ketelitian Birokrasi

Drs. R. Ach. Syahwan Effendy Inspektur Daerah Kabupaten Sumenep

SUMENEP, beritakan.co.id – Peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 menjadi momentum refleksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep untuk meneladani nilai-nilai luhur yang terkandung dalam selembar batik. Pesan tersebut disampaikan oleh Inspektur Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Raden Achmad Syahwan Effendy.

Menurut sosok yang dikenal tegas dalam menjaga marwah birokrasi dan disiplin ASN tersebut, batik bukan sekadar warisan budaya yang diakui UNESCO, melainkan sebuah filosofi kerja yang sangat relevan dengan tugas pengawasan dan pembinaan aparatur

“Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026. Batik adalah simbol ketelitian, kesabaran, dan konsistensi. Setiap titik, setiap goresan canting tidak boleh melenceng. Begitu pula dalam tata kelola pemerintahan, setiap langkah harus presisi, patuh pada aturan, dan berintegritas. Dari batik kita belajar bahwa keindahan yang besar lahir dari proses yang disiplin dan jujur,” ujar R. Ach. Syahwan Effendy dengan penuh makna.

Lebih lanjut, Inspektur yang pernah menjabat sebagai Kepala Disdukcapil dan Plt. Sekda Sumenep ini menegaskan bahwa Inspektorat sebagai APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan di atas koridor yang bersih dan akuntabel, sama seperti pakem dalam membatik yang tidak boleh dilanggar.

“Batik Sumenep memiliki pakem, memiliki aturan motif yang harus dijaga keasliannya. Jika pakem itu dilanggar, maka batik akan kehilangan nilainya. Sama halnya dengan birokrasi, jika aturan, etika, dan integritas dilanggar, maka kepercayaan publik akan hilang. Oleh karena itu, kedisiplinan bukan hanya soal hadir tepat waktu, tetapi bagaimana setiap ASN menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Sumenep patut berbangga karena memiliki kekayaan batik tulis yang menjadi salah satu yang terbaik di Nusantara. Mulai dari motif Sekar Jagat, Rusa, hingga motif Keraton yang sarat makna, semua adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

“Di Inspektorat, kami mendorong seluruh jajaran untuk bangga memakai Batik Tulis Sumenep. Ini bukan hanya soal mencintai produk lokal dan mendukung UMKM pengrajin, tetapi juga tentang menanamkan rasa cinta tanah air dan identitas ke-Sumenep-an dalam setiap pengabdian kita,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Drs. R. Ach. Syahwan Effendy mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan peringatan Hari Batik Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen Bismillah Melayani dengan integritas.

“Mari kita jadikan Hari Batik Nasional ini sebagai pengingat untuk bekerja dengan hati, teliti seperti pembatik, sabar seperti pengrajin, dan lurus dalam integritas. Dengan semangat batik, kita wujudkan birokrasi Sumenep yang unggul, bersih, dan dipercaya masyarakat. Lestarikan budayanya, tegakkan integritasnya,” pungkas Inspektur Daerah Sumenep tersebut.

Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep terus berkomitmen mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel melalui penguatan pengawasan, pembinaan, serta mewujudkan Sumenep yang Unggul, Mandiri dan Sejahtera.(Nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *