Daerah  

Perkuat Budaya Literasi Digital, Bupati Fauzi Buka Pekan Literasi 2026 di SMAN 1 Sumenep

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) memukul gong sebagai tanda dibukanya Pekan Literasi Krida Paramparika dan Peluncuran Karya Guru dan Siswa di SMAN 1 Sumenep. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan literasi digital di lingkungan sekolah. Didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumenep (kiri) dan Kepala SMAN 1 Sumenep.(dok/Sumenepkab)

SUMENEP, beritakan.co.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pentingnya budaya literasi sebagai filter utama dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Pekan Literasi Krida Paramparika dan Peluncuran Karya Guru dan Siswa 2026 di SMA Negeri 1 Sumenep, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar dan tenaga pendidik tersebut menjadi momentum penguatan gerakan literasi di lingkungan sekolah di Kabupaten Sumenep.

Dalam arahannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa literasi tidak bisa dimaknai secara sempit.

“Budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi mampu memahami informasi, perkembangan teknologi digital secara positif di tengah derasnya arus informasi. Kita harus mampu memilah yang benar dan tidak, jangan dengan mudah menyebarluaskan informasi yang belum terbukti kebenarannya,” ujar Bupati Fauzi.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu menambahkan, literasi sejati tercermin dari kemampuan seseorang dalam mengolah pengetahuan serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

“Mengolah pengetahuan serta menyampaikan gagasan dengan baik dan bertanggung jawab adalah inti dari literasi. Inilah bekal penting bagi generasi muda Sumenep untuk menjadi generasi unggul dan berdaya saing,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd, menilai Pekan Literasi 2026 sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang kritis dan kreatif.

“Kami sangat mengapresiasi SMAN 1 Sumenep. Gerakan literasi harus menjadi budaya, bukan sekadar program. Di era digital, siswa harus dibekali kemampuan literasi informasi agar tidak terjebak hoaks dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal produktif. Ini sejalan dengan program Pemprov Jatim dalam meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.

Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Sirajum Munir, M.Si, dalam laporannya menyebutkan Pekan Literasi 2026 dirancang untuk membangkitkan minat baca, menulis, dan berpikir kritis siswa melalui berbagai kegiatan inovatif.

“Pekan Literasi ini kami isi dengan bedah buku dan literasi digital, serta pameran karya siswa. Harapannya, siswa SMAN 1 Sumenep tidak hanya cerdas membaca, tetapi juga mampu berkarya dan menjadi pelopor literasi di Sumenep,” tutur Sirajum Munir.

Dengan terselenggaranya Pekan Literasi 2026, diharapkan mampu melahirkan pelajar Sumenep yang cerdas secara intelektual, bijak dalam bermedia digital, dan santun dalam berekspresi, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera. (Dv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *